Berita

Garut Masuk 27 Kabupaten Paling Inovatif, Syakur: Penguatan Riset Jadi Kunci Daya Saing Daerah

×

Garut Masuk 27 Kabupaten Paling Inovatif, Syakur: Penguatan Riset Jadi Kunci Daya Saing Daerah

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima penghargaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Dalam Negeri, di Jakarta Selasa (24/2/2026).

GOSIPGARUT.ID — Kabupaten Garut menjadi salah satu dari 27 kabupaten di Indonesia yang dinilai berhasil meningkatkan inovasi daerah secara signifikan. Capaian tersebut berbuah penghargaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Kementerian Dalam Negeri.

Keterangan itu disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melalui pesan WhatsApp kepada redaksi GOSIPGARUT.ID, Selasa (24/2/2026).

“Saya lagi di Jakarta sedang mengikuti launching Indeks Daya Saing Daerah 2025 di BRIN. Alhamdulillah, Garut menjadi salah satu dari 27 kabupaten se-Indonesia yang berhasil meningkatkan inovasi daerah secara signifikan,” ujar Syakur.

Baca Juga:   Duh... Garut Dapat Kiriman Sampah dari Bandung Sehari 200 Ton

Peluncuran Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 digelar di Jakarta dan dihadiri sejumlah kepala daerah serta pemangku kepentingan pembangunan.

Kepala BRIN, Arif Satria, menegaskan bahwa daya saing nasional bertumpu pada kekuatan daerah. Menurut dia, IDSD bukan sekadar daftar peringkat, melainkan instrumen untuk membaca kelemahan dan menetapkan prioritas pembangunan.

“Data indeks dipakai pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan berbasis bukti. Fokusnya bukan kompetisi simbolik, tetapi perbaikan kinerja yang terukur,” kata Arif.

Baca Juga:   Viral Sopir Pikap Merokok Sambil Mengemudi di Garut, Polisi Bergerak Cepat Demi Keselamatan Jalan Raya

Ia merujuk teori pertumbuhan endogen dari ekonom Paul Romer yang menyebut empat pilar utama pertumbuhan, yakni riset dan pengembangan, inovasi, kewirausahaan, serta kualitas sumber daya manusia.

Arif juga mengingatkan perubahan teknologi bergerak secara eksponensial dan kerap melampaui respons kebijakan publik. Fenomena ojek daring, menurut dia, menjadi contoh bagaimana regulasi sering tertinggal menghadapi disrupsi.

Ke depan, BRIN menyiapkan proyeksi teknologi hingga 2045, termasuk transisi energi menuju green hydrogen, pengembangan baterai grafena, serta riset future protein dan cultured meat. Kolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) dinilai krusial agar hilirisasi inovasi menyentuh kebutuhan lokal.

Baca Juga:   Menteri UMKM Luncurkan LokaModal di Garut, Dorong UMKM Akses Permodalan Non-KUR

Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan target menjadi ekonomi terbesar keempat dunia. Sinkronisasi visi, strategi, dan eksekusi disebut menjadi kunci agar transformasi berjalan inklusif. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *