GOSIPGARUT.ID — Perjalanan karier Ai Sadidah, S.Pd, M.Si, M.Pd, kian menanjak. Guru SMP Negeri 1 Cisurupan, Kabupaten Garut, itu resmi dilantik Bupati Garut sebagai Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Selasa (6/1/2026).
Usai dilantik, Ai Sadidah menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah yang diberikan, khususnya dalam memperkuat pendidikan dasar di Kabupaten Garut. Ia menyebut, langkah awal yang akan ditempuh adalah menerjemahkan visi dan kebijakan Bupati Garut di sektor pendidikan, terutama pada jenjang sekolah dasar.
“Yang pertama tentu saja mengejawantahkan visi Pak Bupati terkait pendidikan dasar. Banyak persoalan yang harus dibenahi, tetapi prinsipnya kami melanjutkan program yang sudah berjalan. Yang baik dipertahankan dan ditingkatkan, sementara yang masih kurang akan kami perbaiki,” ujar Ai Sadidah kepada wartawan.
Salah satu fokus utama yang menjadi penekanan Bupati, lanjut Ai, adalah memastikan seluruh anak usia sekolah dasar di Kabupaten Garut benar-benar mengenyam pendidikan. Meski angka putus sekolah di jenjang SD relatif lebih rendah dibandingkan SMP, ia menilai pengawasan tetap harus dilakukan secara menyeluruh.
“Pak Bupati menitipkan agar tidak ada anak Garut usia SD yang tidak bersekolah. Kalau ada, harus diidentifikasi apa kendalanya dan dicarikan solusinya,” kata dia.
Selain peningkatan angka partisipasi sekolah, Ai Sadidah juga menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Penggalian potensi dan kompetensi siswa SD dinilai penting untuk mencetak generasi berprestasi dan berkarakter.
“Kita sudah punya banyak siswa berprestasi. Ke depan, potensi-potensi lain juga harus digali dan dikembangkan, sehingga anak-anak SD di Garut bisa tumbuh menjadi generasi yang membanggakan,” ujarnya.
Tak kalah penting, peningkatan kompetensi guru juga menjadi prioritas. Menurut Ai, kualitas siswa tidak bisa dilepaskan dari peran guru yang profesional dan adaptif, terutama di tengah perubahan kebijakan dan kurikulum pendidikan.
“Kurikulum terus berkembang sesuai zaman, maka guru juga harus adaptif. Penguatan kompetensi guru menjadi kunci agar kualitas pembelajaran terus meningkat,” tuturnya.
Di sisi lain, ia berkomitmen memperbaiki pelayanan kedinasan di lingkungan Bidang SD Disdik Garut. Respons cepat terhadap keluhan dan kritik masyarakat, termasuk yang muncul di media sosial, akan menjadi bagian dari budaya kerja ke depan.
“Kami tidak anti kritik. Justru kritik menjadi masukan agar layanan pendidikan bisa lebih baik dan responsif,” kata Ai.
Meski berlatar belakang guru SMP, Ai Sadidah mengaku optimistis menjalankan tugas barunya yang membawahi sekitar 1.500 sekolah dasar negeri dan swasta di Kabupaten Garut. Ia menekankan pentingnya kerja tim dan kolaborasi dengan kepala sekolah, pengawas, serta jajaran internal dinas.
“Saya tidak bekerja sendiri. Ada tim yang solid. Secara manajerial prinsipnya sama, baik di SMP maupun SD. Insyaallah dengan kolaborasi semua pihak, tugas ini bisa dijalankan dengan baik,” ujarnya.
Untuk jangka pendek, Ai Sadidah akan fokus pada konsolidasi internal serta persiapan agenda rutin pendidikan tahun 2026, seperti Tes Kompetensi Akademik (TKA) dan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Saat ditanya mengenai perasaannya atas promosi jabatan tersebut, Ai mengaku terkejut sekaligus bersyukur. Namun, ia menegaskan bahwa sebagai aparatur sipil negara (ASN), dirinya siap ditempatkan di posisi mana pun.
“Kalau perasaan tentu surprising. Tapi yang terpenting bagi saya adalah bisa melaksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ucap Ai Sadidah. ***

.png)
























