Tokoh

Salman Rizkatillah, Pelopor Advokasi Sosial Garut yang Mengubah Kepedulian Jadi Aksi Nyata

×

Salman Rizkatillah, Pelopor Advokasi Sosial Garut yang Mengubah Kepedulian Jadi Aksi Nyata

Sebarkan artikel ini
Salman Rizkatillah saat menerima penghargaan Pelopor Advokasi Sosial Garut yang diserahkan oleh Sekda Nurdin Yana.

GOSIPGARUT.ID — Di tengah ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti apel pagi di Lapangan Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Garut, Senin (19/1/2026), satu nama mencuri perhatian. Salman Rizkatillah Abdussalam, aktivis sosial muda, melangkah ke depan menerima piagam penghargaan sebagai pemuda pelopor bidang sosial dan advokasi masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Sekretaris Daerah, Nurdin Yana, mewakili Pemerintah Kabupaten Garut, kepada 28 pemuda berprestasi dan tiga relawan Palang Merah Indonesia atas kiprah mereka sepanjang 2025.

Dalam sambutannya, Nurdin Yana menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan pengakuan atas peran strategis pemuda sebagai agen perubahan. “Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkontribusi nyata bagi daerah,” ujarnya.

Baca Juga:   Status Siaga Bencana di Garut Diperpanjang Hingga Maret 2021, Ini Sebabnya

Di antara deretan penerima, Salman Rizkatillah Abdussalam dinilai konsisten mengawal isu-isu sosial dan melakukan pendampingan bagi masyarakat rentan agar dapat memenuhi hak-haknya. Kerja-kerja lapangan yang ia lakukan, mulai dari desa hingga tingkat kabupaten, menjadi fondasi advokasi kebijakan yang berpihak pada kepentingan publik dan keadilan sosial.

Usai upacara, Salman menekankan bahwa penghargaan yang diterimanya bukanlah puncak pencapaian, melainkan pengingat tanggung jawab moral. “Ini bukan milik saya, tapi milik masyarakat yang selama ini berjuang bersama,” katanya sambil menunjukkan piagam penghargaan.

Baca Juga:   Gina Listya Nuraini, Putri Otonomi Daerah Asal Peundeuy Ingin Kenalkan Garut ke Seantero Indonesia

Kiprah Salman bermula dari kegelisahan melihat banyak warga kesulitan mengakses bantuan pemerintah karena keterbatasan informasi dan administrasi. Ia kemudian turun tangan mendampingi masyarakat mengurus dokumen persyaratan, mendatangi kantor desa, hingga memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

“Mereka sering tidak tahu caranya. Kita damping agar bisa mengakses program pemerintah,” ujarnya.

Dari interaksi intens dengan kelompok rentan, Salman mengidentifikasi berbagai persoalan struktural. Temuan-temuan itu kemudian ia komunikasikan kepada pemerintah desa, dinas terkait, hingga DPRD agar menjadi bahan perbaikan kebijakan. “Isu-isu di lapangan harus diterjemahkan menjadi kebijakan yang lebih mudah diakses dan transparan,” katanya.

Baca Juga:   Deni Dermawan, Mantan Buruh Pabrik Asal Garut yang Bisa Keliling Indonesia Secara Gratis

Bagi Salman, selama ketimpangan sosial masih dirasakan masyarakat, kerja sosial dan advokasi tidak boleh berhenti. Penghargaan hari ini, baginya, adalah pemantik untuk terus bergerak—bersama masyarakat—mewujudkan keadilan sosial yang lebih nyata di Kabupaten Garut. (Ary)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *