GOSIPGARUT.ID — Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, meninggal dunia pada usia 91 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB. Kabar duka tersebut turut mendapat perhatian masyarakat Garut, mengingat almarhum memiliki akar keluarga dari Kabupaten Garut.
Ucapan belasungkawa salah satunya disampaikan Pengurus Forum Pengkajian Pengembangan Garut Selatan (FPPGS), Oos Supyadin. Ia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya tokoh nasional tersebut.
“Innalillahi wainailaihi rojiun. Kami turut berdukacita yang mendalam atas wafatnya tokoh bangsa. Semoga almarhum dalam ridho dan rahmat Allah SWT. Aamiin,” ujar Oos dalam keterangan tertulis, Senin (2/3/2026).
Jenazah almarhum dimandikan di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat. Pihak keluarga juga memohon doa serta memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidupnya.

Sebagai catatan, Try Sutrisno lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 15 November 1935. Meski lahir dan besar di Surabaya, almarhum memiliki garis keturunan dari Garut. Ayahnya, Subandi, merupakan warga asal Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Subandi diketahui bekerja sebagai sopir ambulans di Dinas Kesehatan Kota Surabaya. Sementara ibunda almarhum, Mardiyah, berasal dari Surabaya dan berprofesi sebagai ibu rumah tangga.
Keterkaitan keluarga dengan Garut tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sebagian masyarakat di daerah tersebut. Bagi FPPGS, sosok Try Sutrisno tidak hanya dikenang sebagai mantan Wakil Presiden, tetapi juga sebagai putra bangsa yang memiliki akar dari tanah Garut.
Sebagaimana diketahui, Try Sutrisno pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia periode 1993–1998 mendampingi Presiden Soeharto. Sebelumnya, ia meniti karier panjang di militer hingga mencapai pangkat jenderal.
Kepergian Try Sutrisno menambah daftar tokoh nasional yang meninggalkan jejak sejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia, sekaligus menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kolega, dan masyarakat luas, termasuk dari Garut yang memiliki ikatan genealogis dengan almarhum. ***



.png)










