Berita

Calon Jemaah Haji Garut yang Diperkirakan Berangkat 2027 Diimbau Bersiap Sejak Dini, Cek Estimasi Lewat Haji Pintar

×

Calon Jemaah Haji Garut yang Diperkirakan Berangkat 2027 Diimbau Bersiap Sejak Dini, Cek Estimasi Lewat Haji Pintar

Sebarkan artikel ini
Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Garut, H. Indra Azwar Mawardi.

GOSIPGARUT.ID — Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, mengimbau calon jemaah haji yang diperkirakan akan berangkat pada musim haji 2027 untuk mulai melakukan berbagai persiapan sejak sekarang. Meski estimasi keberangkatan resmi dari pemerintah pusat belum diumumkan, masyarakat dapat mengetahui perkiraan tahun keberangkatan melalui aplikasi Haji Pintar dengan menggunakan nomor porsi masing-masing.

Indra mengatakan, hingga kini pihaknya masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Haji dan Umrah pusat terkait estimasi keberangkatan maupun kuota haji tahun 2027. Karena itu, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai jadwal keberangkatan ataupun jumlah kuota yang akan diterima Indonesia.

“Estimasi keberangkatan 2027 memang belum dirilis secara resmi. Namun masyarakat bisa mengecek nomor porsinya melalui aplikasi Haji Pintar, sehingga akan muncul perkiraan tahun keberangkatannya,” ujar Indra.

Ia menjelaskan, calon jemaah yang diperkirakan masuk dalam daftar keberangkatan tahun 2027 sebaiknya mulai melengkapi persyaratan administrasi. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kepemilikan paspor. Bagi yang belum memiliki paspor, diimbau segera mengurusnya agar proses administrasi berikutnya tidak mengalami kendala.

Baca Juga:   544 Narapidana di Garut Mendapat Remisi HUT ke-78 RI, Enam Orang Langsung Bebas

Selain itu, calon jemaah juga diminta memastikan seluruh data yang tercatat sudah lengkap dan sesuai. Apabila masih terdapat kekurangan atau perlu pembaruan data, masyarakat dapat mendatangi Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut untuk mendapatkan pelayanan.

Di samping kesiapan administrasi, Indra menekankan pentingnya menjaga kondisi kesehatan sejak jauh hari. Menurut dia, kebugaran fisik menjadi salah satu syarat penting agar calon jemaah dapat dinyatakan memenuhi syarat kesehatan saat menjalani pemeriksaan oleh Dinas Kesehatan maupun puskesmas menjelang keberangkatan.

“Kesehatan harus dipersiapkan sejak dini agar ketika dilakukan pemeriksaan, jemaah benar-benar siap berangkat,” katanya.

Baca Juga:   ASUS Republic of Gamers Secara Resmi Meluncurkan ROG Phone 9 Series dan ROG Phone 9 FE di Indonesia

Mengenai kuota haji tahun 2027, Indra menyebut hingga kini belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat. Seluruh kebijakan mengenai jumlah kuota masih menjadi kewenangan pemerintah pusat sehingga daerah belum dapat memastikan apakah akan terjadi penambahan dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, ia menyampaikan bahwa kuota haji Indonesia secara nasional hingga saat ini masih berada di kisaran 221.000 jemaah, dan belum ada informasi resmi mengenai perubahan jumlah tersebut.

Lebih lanjut, Indra memperkirakan informasi resmi mengenai estimasi keberangkatan calon jemaah haji mulai diumumkan pada Agustus mendatang. Pada periode yang sama, tahapan pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) juga diperkirakan mulai dibuka sesuai jadwal yang ditetapkan pemerintah pusat.

Sebelum proses pelunasan dilakukan, calon jemaah yang telah memiliki paspor akan menjalani proses biometrik visa atau biovisa di Kementerian Haji dan Umrah. Tahapan ini bertujuan mempercepat proses penerbitan dokumen perjalanan sehingga persiapan keberangkatan dapat berjalan lebih efisien.

Baca Juga:   Tiga Tambang di Leles Garut Dihentikan Sementara, Pemda Temukan Pelanggaran Perizinan

“Kemungkinan data resmi turun pada Agustus. Sebelum pelunasan, jemaah yang sudah memiliki paspor akan diproses biovisa agar pengurusan selanjutnya lebih cepat,” jelas Indra.

Ia menambahkan, seluruh informasi resmi mengenai estimasi keberangkatan, kuota haji, maupun tahapan pelunasan akan diumumkan setelah pihaknya menerima rilis dari pemerintah pusat. Informasi tersebut nantinya akan disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal media sosial resmi Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, termasuk Instagram dan TikTok, sehingga calon jemaah diharapkan hanya mengacu pada informasi resmi untuk menghindari kesalahpahaman. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *