Berita

Satu Bulan Proyek Jalan Cisewu–Cimahi Garut Selatan: Menembus Isolasi Pantai Selatan

×

Satu Bulan Proyek Jalan Cisewu–Cimahi Garut Selatan: Menembus Isolasi Pantai Selatan

Sebarkan artikel ini
Pembangunan jalan di jalur Cisewu -- Cimahi, Garut Selatan.

GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut terus memacu pembangunan infrastruktur di kawasan selatan. Salah satu titik krusial yang kini digenjot adalah perbaikan dan peningkatan ruas Jalan Pamalayan–Cikarang di Kecamatan Cisewu hingga Cimahi di Kecamatan Caringin. Jalur utama penopang konektivitas pantai Garut selatan ini ditargetkan segera rampung guna mengurai ketimpangan aksesibilitas antarwilayah.

​Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, menyatakan pengerjaan fisik pada jalur strategis Cisewu–Cimahi tersebut telah berjalan lebih dari satu bulan. Proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung mobilitas warga serta sentra distribusi ekonomi masyarakat pesisir selatan yang selama ini terhambat kondisi jalan.

​”Pekerjaan di ruas tersebut sudah berlangsung satu bulan lebih. Kami berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana agar masyarakat segera merasakan manfaatnya, terutama dalam mendukung akses transportasi dan konektivitas wilayah selatan Garut,” ujar Agus Ismail, Selasa, 15 September 2026.

Baca Juga:   Kapolsek Bersama Bhabinkamtibmas Laksanakan Gerai Vaksin Presisi Grebek Desa Sindangsari

​Menimbang Jalur Alternatif

​Kebutuhan akan akses memadai di wilayah Garut selatan mendorong pemerintah daerah melakukan kajian komprehensif. Sebelum mengeksekusi rute Cikarang–Cimahi, Pemkab Garut sempat memetakan sejumlah opsi jalur baru untuk membuka keterisolasian kawasan.

​Salah satu alternatif yang sempat dikaji yakni rute Panggalih–Karangsewu di Kecamatan Cisewu menuju Samuderajaya di Kecamatan Caringin. Opsi-opsi tersebut disusun untuk memetakan alur distribusi paling efisien yang menghubungkan pemukiman warga, kawasan pertanian, hingga kawasan pesisir pantai. Pada akhirnya, akselerasi pada ruas Pamalayan–Cikarang–Cimahi menjadi prioritas penanganan saat ini.

Baca Juga:   Hebat, Pos Pengamanan Mudik di Limbangan Garut Anti Peluru

​Langkah percepatan ini dinilai mendesak. Peningkatan kualitas jalan di Garut selatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan instrumen vital untuk memangkas biaya logistik warga. Akses yang buruk selama bertahun-tahun kerap membendung potensi komoditas lokal dan memperlambat rantai pasok antar-kecamatan.

​Tergantung Bantuan Pusat dan Provinsi

​Meski pengerjaan terus berjalan, keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut masih menjadi tantangan utama. Panjangnya jaringan jalan di wilayah selatan memerlukan daya dukung finansial yang tidak sedikit, terlebih bentang alam Garut selatan memiliki kerawanan geologi yang membutuhkan spesifikasi konstruksi khusus.

​Guna memastikan keberlanjutan proyek infrastruktur di kawasan pesisir ini, Pemkab Garut mengandalkan sinergi lintas pemerintah. Diharapkan ada penguatan alokasi dana pendampingan, baik melalui Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui skema Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah.

Baca Juga:   Pembunuh Sopir Taksi Online di Subang Dibekuk Polisi di Leles Garut

​”Dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi perlu terus ditingkatkan, sehingga kebutuhan konektivitas masyarakat di wilayah selatan dapat ditangani secara bertahap,” kata Agus.

​Pemerintah daerah menargetkan penyelesaian ruas Cisewu–Cimahi ini dapat memicu keterhubungan yang lebih solid antara wilayah pedalaman Garut selatan dengan koridor jalan lintas pantai selatan (Pansela) Jawa Barat. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *