GOSIPGARUT.ID — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman memastikan kesiapan dan kelengkapan fasilitas medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pameungpeuk, Kabupaten Garut. Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengklaim rumah sakit milik daerah tersebut kini siap memberikan pelayanan medis esensial secara optimal bagi masyarakat di wilayah selatan Garut dan sekitarnya.
Kepastian tersebut disampaikan Herman usai meninjau langsung kesiapan tenaga medis dan fasilitas kesehatan di RSUD Pameungpeuk, yang berlokasi di kawasan Cibalong, Garut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan pemerataan akses pelayanan kesehatan di wilayah pesisir selatan Jawa Barat agar tidak tertinggal dibanding kawasan perkotaan.
Menurut data pengelola RSUD Pameungpeuk, unit pelayanan rawat jalan di rumah sakit tipe ini telah didukung oleh jajaran poliklinik spesialis yang terbilang lengkap. Fasilitas penanganan medis yang tersedia meliputi spesialis anak, kebidanan dan kandungan, bedah, penyakit dalam, serta penambahan layanan spesialis mata hingga telinga, hidung, dan tenggorokan (THT).
”Ini adalah para pejuang kesehatan, warga yang bertugas di Rumah Sakit Pameungpeuk milik Pemda Provinsi Jawa Barat. Layanannya sudah hampir komplit, ada poli anak, kandungan, bedah, dalam, mata, hingga THT,” kata Herman saat berdialog dengan sejumlah staf kesehatan RSUD Pameungpeuk.
Selain penyediaan poliklinik spesialis yang memadai, RSUD Pameungpeuk juga memperkuat kapasitas rawat inap bagi pasien yang membutuhkan penanganan intensif. Warga yang membutuhkan perawatan khusus dapat langsung mengakses layanan rujukan dengan membawa surat pengantar resmi dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat.
Peningkatan kapasitas RSUD Pameungpeuk menjadi krusial mengingat posisi geografis wilayah Garut Selatan yang cukup jauh dari pusat pemerintahan provinsi maupun pusat kota Kabupaten Garut. Keberadaan fasilitas kesehatan terpadu di kawasan pesisir ini diharapkan mampu memangkas waktu tempuh rujukan darurat dan mengurangi beban biaya transportasi warga.
Herman menekankan bahwa keterbatasan jarak geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerintah dalam menghadirkan standar pelayanan publik yang prima. Pihaknya meminta seluruh jajaran tenaga medis di RSUD Pameungpeuk menjaga komitmen kerja dan mengedepankan kualitas pelayanan bagi masyarakat kawasan terpencil.
”Walaupun RSUD-nya jauh, tapi harus dekat di hati masyarakat. Pameungpeuk boleh jauh secara lokasi, tapi layanannya harus kami berikan yang terbaik bagi warga Jawa Barat, khususnya warga Garut dan Pameungpeuk,” ujar Herman menegaskan.
Upaya penguatan RSUD Pameungpeuk ini merupakan bagian dari agenda Pemprov Jawa Barat dalam memperkecil ketimpangan fasilitas kesehatan antara kawasan utara dan selatan. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memantau kinerja operasional serta ketersediaan sarana prasarana penunjang medis di wilayah-wilayah penyangga guna memastikan hak kesehatan warga terpenuhi secara merata. ***



.png)

















