GOSIPGARUT.ID — Keterisolasian akses kesehatan mendesak warga Kampung Ciparay, Desa Sukarame, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, mengambil alih perbaikan infrastruktur di wilayahnya. Kerusakan jalan yang tak kunjung tersentuh bantuan pemerintah memaksa ratusan warga bergotong royong melebar jalan secara swadaya demi memperlancar evakuasi medis pasien yang selama ini harus ditandu manual.
Kondisi darurat tersebut tergambar nyata saat warga harus langsung beralih dari memegang cangkul ke memikul beban tandu. Sesaat setelah aksi kerja bakti merapikan jalan usai, warga kembali bahu-membahu menembus rute terjal untuk mengevakuasi seorang warga yang hendak melahirkan.
”Hari ini saja, setelah kegiatan kerja bakti perbaiki jalan, warga kembali bergotong royong membawa pasien yang akan bersalin menuju Puskesmas yang ada di Rancabuaya,” kata warga setempat, Mamat Rahmat, Minggu, 13 September 2026.
Mamat menyebut keputusan warga memperlebar jalan dengan alat seadanya dipicu oleh pertimbangan keselamatan jiwa. Prosedur panjang birokrasi penanganan jalan oleh pemerintah dinilai tak sebanding dengan ancaman keselamatan yang dihadapi masyarakat setiap hari.
”Jika menunggu bantuan pemerintah, pelebaran jalan tentu butuh proses yang memakan waktu, sedangkan warga di kampung kami setiap detiknya bertaruh nyawa,” ujar Mamat.
Persoalan akses ini menjadikan kerja bakti sebagai agenda darurat yang dilakukan berkala. Kepala Dusun Kampung Ciparay, Cahyono, mengungkapkan bahwa perbaikan jalan secara mandiri telah bergeser menjadi agenda rutin bulanan hingga mingguan warga karena ketiadaan alokasi anggaran dari pemerintah.
”Perbaikan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan prioritas warga. Meski belum ada bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat, kami tetap mengagendakan kegiatan ini,” tutur Cahyono.
Dengan cangkul dan linggis, jumlah warga yang bergabung dalam aksi swadaya ini terus bertambah. Selain memangkas waktu evakuasi medis ke Puskesmas Rancabuaya, akses yang memadai menjadi syarat mutlak pergerakan ekonomi dan mobilitas harian antarwilayah di Kecamatan Caringin.
”Selain mempermudah layanan medis, pelebaran jalan diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat ketika melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Cahyono.
Di tengah belum hadirnya perbaikan resmi dari pemerintah daerah maupun pusat, warga Ciparay memilih mengandalkan kesadaran kolektif untuk menjaga urat nadi transportasi mereka.
”Setiap kejadian ada hikmahnya. Saat ini mungkin saja kegiatan gotong royong perbaiki jalan adalah cara kami mempererat tali silaturahmi,” ujar Cahyono. (April P)



.png)











