Berita

Demi Ibu Bersalin dan Nyawa Pasien, Warga Ciparay Garut Garap Pelebaran Jalan Swadaya ​

×

Demi Ibu Bersalin dan Nyawa Pasien, Warga Ciparay Garut Garap Pelebaran Jalan Swadaya ​

Sebarkan artikel ini
Demi ibu bersalin dan byawa pasien, warga Kampung Ciparay, Desa Sukarame, Kecamatan Caringin, Kabupate Garut, menggarap pelebaran jalan secara swadaya.

GOSIPGARUT.ID — Keterisolasian akses kesehatan mendesak warga Kampung Ciparay, Desa Sukarame, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, mengambil alih perbaikan infrastruktur di wilayahnya. Kerusakan jalan yang tak kunjung tersentuh bantuan pemerintah memaksa ratusan warga bergotong royong melebar jalan secara swadaya demi memperlancar evakuasi medis pasien yang selama ini harus ditandu manual.

​Kondisi darurat tersebut tergambar nyata saat warga harus langsung beralih dari memegang cangkul ke memikul beban tandu. Sesaat setelah aksi kerja bakti merapikan jalan usai, warga kembali bahu-membahu menembus rute terjal untuk mengevakuasi seorang warga yang hendak melahirkan.

​”Hari ini saja, setelah kegiatan kerja bakti perbaiki jalan, warga kembali bergotong royong membawa pasien yang akan bersalin menuju Puskesmas yang ada di Rancabuaya,” kata warga setempat, Mamat Rahmat, Minggu, 13 September 2026.

Baca Juga:   43 Jembatan di Garut Rusak karena Banjir, Mayoritas Belum Dapat Perbaikan

​Mamat menyebut keputusan warga memperlebar jalan dengan alat seadanya dipicu oleh pertimbangan keselamatan jiwa. Prosedur panjang birokrasi penanganan jalan oleh pemerintah dinilai tak sebanding dengan ancaman keselamatan yang dihadapi masyarakat setiap hari.

​”Jika menunggu bantuan pemerintah, pelebaran jalan tentu butuh proses yang memakan waktu, sedangkan warga di kampung kami setiap detiknya bertaruh nyawa,” ujar Mamat.

​Persoalan akses ini menjadikan kerja bakti sebagai agenda darurat yang dilakukan berkala. Kepala Dusun Kampung Ciparay, Cahyono, mengungkapkan bahwa perbaikan jalan secara mandiri telah bergeser menjadi agenda rutin bulanan hingga mingguan warga karena ketiadaan alokasi anggaran dari pemerintah.

Baca Juga:   Potensi Bencana Megathrust Laut Selatan Jawa Barat, Timbulkan Tsunami 34 Meter

​”Perbaikan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan prioritas warga. Meski belum ada bantuan dari pemerintah daerah maupun pusat, kami tetap mengagendakan kegiatan ini,” tutur Cahyono.

​Dengan cangkul dan linggis, jumlah warga yang bergabung dalam aksi swadaya ini terus bertambah. Selain memangkas waktu evakuasi medis ke Puskesmas Rancabuaya, akses yang memadai menjadi syarat mutlak pergerakan ekonomi dan mobilitas harian antarwilayah di Kecamatan Caringin.

Baca Juga:   Kampung Perjuangan KPA di Garut Jadi Bukti Kedaulatan Tanah dan Pangan Berbasis Gotong Royong

​”Selain mempermudah layanan medis, pelebaran jalan diharapkan dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat ketika melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Cahyono.

​Di tengah belum hadirnya perbaikan resmi dari pemerintah daerah maupun pusat, warga Ciparay memilih mengandalkan kesadaran kolektif untuk menjaga urat nadi transportasi mereka.

​”Setiap kejadian ada hikmahnya. Saat ini mungkin saja kegiatan gotong royong perbaiki jalan adalah cara kami mempererat tali silaturahmi,” ujar Cahyono. (April P)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *