oleh

Kasus Pemukulan Nakes Puskesmas Pameungpeuk Dilimpahkan ke Polres Garut

GOSIPGARUT.ID — Kasus pemukulan tenaga kesehatan (nakes) Puskesmas Pameungpeuk yang diduga dilakukan salah seorang keluarga pasien, Senin (28/6/2021), dilimpahkan ke Polres Garut setelah sebelumnya ditangani oleh Polsek Pameungpeuk.

Kuasa hukum nakes yang menjadi korban pemukulan, Risman Nuryadi, SH, menyebutkan bahwa kasus tersebut kini ditangani penyidik Polres Garut untuk menyelidiki (mencari) jenis tindak pidana apa yang patut dikenakan pada peristiwa itu, kemudian menaikkannya ke tingkat penyidikan untuk menetapkan tersangka.

“Ya, tadi siang berkasnya sudah dilimpahkan ke Polres Garut, dan kini pemeriksaannya sudah dilimpahkan ke Polres Garut,” jelasnya, Senin (28/6/2021) malam melalui sambungan telepon.

Risman menjelaskan, status pelaku pemukulan (MR) masih sebagai saksi. Dalam proses pemeriksaan di Polsek Pameungpeuk, ia menyatakan permintaan maaf atas tindakkannya yang diduga telah melakukan pemukulan terhadap nakes Puskesmas Pameungpeuk saat menangani pasien Covid-19 pada Rabu (23/6/2021) lalu.

Baca Juga:   Polisi Masih Mencari Gadis Garut yang Diduga Hilang Karena Diculik

“Namun, meski sudah meminta maaf, bukan berarti menghilangkan proses hukum karena klien saya tidak pernah mencabut laporan pemukulan yang dilakukan MR,” tandas dia.

Risman menambahkan, proses hukum harus terus berjalan karena permohonan maaf itu bukan berarti menghapus tindakan pidana yang dilakukan MR, dan kliennya tidak pernah mencabut laporannya.

“Jadi kami berharap aparat penegak hukum dan gugus tugas serius dalam menangani perkara ini, karena penegakkan hukum terhadap nakes Puskesmas Pameungpeuk bisa menjadi barometer terhadap penegakkan hukum bagi 6000 nakes di Kabupaten Garut khususnya, dan nakes di seluruh Indonesia pada umumnya,” ucapnya.

Baca Juga:   Polres Garut Bongkar Praktik Prostitusi Online, 15 PSK Diamankan

Menurut Risman, di masa pandemi Covid-19 saat ini para nakes sudah mengerahkan segenap tenaga dan pikirannya untuk menanggulangi pandemi. Seharusnya masyarakat bisa menghormati dan menghargai kerja mereka yang sudah berjibaku mempertaruhkan nyawanya demi keselamatan umat manusia.

“Apalagi kejadian pemukulan nakes di Puskesmas Pameungpeuk sudah yang kedua kalinya. Jika hukum tidak ditegakkan, bagaimana jika terjadi aksi mogok massal para nakes di Kabupaten Garut akibat terluka rasa keadilannya,” tandas pengacara kelahiran Cisewu ini.

Baca Juga:   Guru AS Minta Maaf dan Mengaku Tak Patut Sebarluaskan Pesan Hoaks

Risman mengatakan, penegakkan hukum bertujuan agar di kemudian hari tidak terjadi lagi kasus serupa dan para nakes bisa menjalankan tugas dengan rasa aman. Ia juga mengatakan, dalam kasus ini MR bisa dijerat dengan UU No 351 dan atau 352 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 2 tahun 8 bulan. (Respati)

Komentar

Berita Terkait