GOSIPGARUT.ID — Sany Selviani Shabirah tak henti memetik prestasi. Siswi SDN Girimukti 1, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, ini kembali menyabet juara pertama perlombaan nembang pupuh dalam Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) jenjang sekolah dasar tingkat Kabupaten Garut.
Capaian Sany memantik apresiasi Ketua PGRI Cabang Cisewu, H. Agus Rajab. Kemenangan ini, kata dia, mematahkan anggapan bahwa pelajar di wilayah pelosok minim potensi dalam merawat seni dan budaya Sunda.
”Selamat dan sukses. Pencapaian ini membanggakan, tak cuma bagi sekolah dan orang tua, tapi juga dunia pendidikan secara luas,” kata Agus, Kamis malam, 10 September 2026.
Bagi Agus, kemenangan Sany melampaui urusan piala dan podium. Tradisi nembang pupuh merupakan benteng pelestarian kebudayaan Sunda yang kian terdesak di tengah arus zaman, sehingga kehadiran regenerasi seperti Sany menjadi krusial.
”Prestasi ini harus menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan mencintai budaya Sunda. Semoga ke depan bisa kembali meraih prestasi yang lebih tinggi,” ujar Agus.
Jejak prestasi Sany terbilang konsisten. Pada 2025, saat masih duduk di kelas IV, ia sudah lebih dulu menguji taji dan menyabet juara pertama nembang pupuh FTBI di tingkat Provinsi Jawa Barat. Tahun ini, ia mengukuhkan dominasinya di tingkat kabupaten—sebuah bukti keberlanjutan bakat yang ia asah.
Agus menekankan bahwa keberhasilan siswa tak muncul dari ruang hampa. Menurut dia, peran guru dan orang tua amat menentukan dalam membidani, menggembleng, hingga menjaga konsistensi talenta anak.
”Terima kasih kepada guru dan orang tua yang terus membimbing. Semoga ini memantik keberanian siswa lain untuk melejitkan potensinya,” kata dia.
Agus juga menyoroti peran institusi pendidikan. Sekolah, kata dia, tak boleh melulu berfokus pada mengejar angka akademik, tetapi harus membuka ruang bagi seni dan budaya agar watak serta minat siswa terwadahi. Melalui pupuh, siswa tak sekadar mengolah vokal, melainkan melintasi batas bahasa dan meresapi warisan leluhur.
Ia berpesan agar Sany tak lekas puas diri. Capaian hari ini semestinya menjadi batu pijakan menuju panggung yang lebih luas.
”Jangan cepat puas. Terus berlatih, tetap rendah hati, dan jadikan pengalaman ini bekal melangkah ke depan,” tutur Agus. ***



.png)











