GOSIPGARUT.ID — Biaya operasional bahan bakar minyak atau BBM ambulans 119 yang bertugas melayani pasien Covid-19 di Kabupaten Garut tak kunjung cair. Bahkan para tenaga medis dan petugas ambulans belum mendapat honor. Insentif selama tiga bulan juga masih ditunggak Pemkab Garut.
Agus Mulyana, salah seorang petugas medis mengaku sudah tak mempunyai uang. Padahal hampir setiap hari ia harus mengangkut para pasien yang diduga terjangkit virus corona. “Hak kami sudah tiga bulan tidak cair. Buat kasih uang ke keluarga sudah sulit,” kata Agus dia, Kamis
Agus meminta pemerintah segera mencairkan anggaran BBM. Termasuk pembayaran honor dan insentif bagi awak ambulans. Jika tak dibayarkan, bisa jadi operasional ambulans terhenti.
Dalam penanganan Covid-19, Pemkab Garut menggelontorkan anggaran dari Biaya Tak Terduga (BTT) sebesar Rp234 miliar.
Asisten Daerah 1 Kabupaten Garut, Nurdin Yana belum dibayarkannya honor dan insentif tenaga medis karena anggaran dari Kementerian Kesehatan belum turun. Pihaknya masih menunggu pencairan anggaran untuk membayar honor dan insentif.
“Ada persoalan tata kelola administrasi, sehingga sudah tiga bulan tim medis dan awak ambulans 119 belum bisa dibayar,” kata Nurdin.
Tim medis dan tenaga kesehatan pada ambulans 119 memiliki tugas melaksanakan antar jemput pasien Covid-19. Mereka juga melakukan tracking dan tracing. Menurutnya, tugas para petugas media juga awak ambulans 119 sangat beresiko tertular Covid-19. (TSN)



.png)











