GOSIPGARUT.ID — Antusiasme diaspora Garut membludak dalam ajang Halal Bihalal 2026 (1447 H) yang digelar Perkumpulan Asgar Jaya. Kegiatan yang berlangsung Sabtu (18/4/2026) di Gedung Pandansari, kawasan Taman Rekreasi Wiladatika, ini menjadi ruang temu lintas generasi dan profesi warga Garut dari berbagai daerah.
Mengusung tema “Garut untuk Indonesia” dengan tagline “Berbenah untuk menyongsong hari esok lebih baik”, kegiatan ini mencatat lebih dari 870 pendaftar. Tingginya minat membuat panitia menutup pendaftaran lebih cepat dari jadwal.
Ketua Pelaksana, Dinny Wulandari, menyebut lonjakan peserta mencerminkan kuatnya ikatan emosional warga Garut di perantauan. “Ini menunjukkan semangat kebersamaan dan keinginan untuk terus terhubung dengan daerah asal,” ujarnya.
Ketua Umum Asgar Jaya, Asep Sulaeman, menegaskan bahwa organisasinya kini telah bertransformasi menjadi wadah berskala nasional, tidak lagi terbatas di wilayah Jakarta Raya.
Menurut dia, semangat “berbenah” menjadi kunci untuk memperkuat peran komunitas. “Kami ingin membangun organisasi yang lebih tertata, solid, profesional, dan memberi manfaat nyata bagi anggota serta daerah,” kata Asep.
Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, Asgar Jaya juga meluncurkan situs resmi yang membuka akses pendaftaran anggota bagi warga Garut di seluruh Indonesia hingga luar negeri.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang hadir dalam acara tersebut, mengapresiasi kontribusi diaspora terhadap pembangunan daerah. Ia menilai sinergi antara perantau dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Peran diaspora sangat strategis, baik dalam transfer pengetahuan, jejaring, maupun investasi sosial bagi Garut,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Asgar Jaya, Burhanuddin Abdullah, mengingatkan pentingnya menjaga etika di tengah kemajuan zaman melalui filosofi “ngaji diri”.
“Lain luhung ku ilmu, lamun henteu ngaji diri,” tuturnya, menegaskan bahwa pencapaian harus diiringi introspeksi dan kerendahan hati.
Acara berlangsung meriah dengan suguhan budaya Sunda seperti dodombaan, rampak kendang, dan pencak silat. Momen unik tercipta saat ratusan peserta meniup 700 suling secara serentak, menciptakan harmoni khas yang memikat.
Selain penampilan Yana Julio, panitia juga menganugerahkan penghargaan kepada Voice of Baceprot (VoB) atas kiprah mereka di panggung internasional.
Rangkaian acara ditutup dengan pembagian doorprize, termasuk grand prize berupa ibadah umroh, yang semakin menambah semarak kebersamaan diaspora Garut dalam momentum tersebut. (Yan AS)



.png)








