Berita

Wabup Garut Jawab Kritik Soal GPBG 2026: Anggaran Kecil, Dampak Ekonomi dan Ruang Seni Besar

×

Wabup Garut Jawab Kritik Soal GPBG 2026: Anggaran Kecil, Dampak Ekonomi dan Ruang Seni Besar

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menjawab kritik tentang pelaksanaan GPBG 2026.

GOSIPGARUT.ID — Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menanggapi kritik publik terkait penyelenggaraan Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) 2026 di tengah masih adanya rumah tidak layak huni (rutilahu) di wilayah Kabupaten Garut.

Dalam keterangannya usai gladi resik acara, Jumat (24/4/2026), Putri menegaskan bahwa pemerintah daerah harus menjalankan program secara berimbang, tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memberi ruang bagi sektor seni dan budaya.

“Penduduk Garut itu banyak profesi, salah satunya seniman. Pemerintah harus menyediakan ruang bagi mereka untuk berkreasi dan menampilkan diri,” ujar Putri.

Baca Juga:   Tim Pengamanan KAI Daop 1 Jakarta Gagalkan Aksi Pencurian Aset di Eks Gardu LAA Stasiun Manggarai

Ia menjelaskan, GPBG 2026 merupakan agenda yang telah berlangsung selama sekitar 24 tahun dan baru kali ini mendapat dukungan dari kementerian. Menurutnya, hal ini menjadi pencapaian penting dalam pengembangan event daerah.

Putri juga memaparkan bahwa anggaran penyelenggaraan GPBG relatif kecil, yakni sekitar Rp200 juta. Sementara itu, pemerintah daerah tetap mengalokasikan anggaran yang jauh lebih besar untuk program prioritas lain, seperti perbaikan rutilahu sebesar Rp4 miliar, pembangunan infrastruktur jalan hingga Rp103 miliar, serta pembiayaan BPJS kesehatan masyarakat yang mencapai ratusan miliar rupiah.

Baca Juga:   Baru 13.000 Warga Garut yang Diswab, Belajar Tatap Muka Mulai Januari 2021?

“Jadi program pemerintah itu proporsional. Ada untuk kesejahteraan masyarakat, ada juga untuk pengembangan seni dan budaya,” katanya.

Selain itu, ia menilai penyelenggaraan GPBG memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat. Tingkat hunian hotel di Garut dilaporkan meningkat, serta aktivitas ekonomi di sektor informal seperti kuliner ikut terdongkrak.

“Hotel-hotel penuh, orang datang ke Garut, warung-warung ramai. Artinya, banyak masyarakat yang ikut merasakan manfaatnya,” ujar Putri.

Baca Juga:   Untuk Pengawasan Obat Sirup, Polres Garut Akan Menggandeng Dinas Kesehatan

Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa kebijakan pemerintah daerah dirancang secara menyeluruh dan seimbang, mencakup aspek ekonomi, sosial, dan budaya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *