GOSIPGARUT.ID — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Leli Yuliani, angkat bicara terkait insiden padamnya listrik di Puskesmas Tarogong yang sempat mengganggu proses persalinan. Ia menyebut kejadian tersebut dipicu oleh habisnya token listrik akibat meningkatnya kebutuhan daya.
“Memang pada saat itu terjadi mati lampu dan sudah kami konfirmasi ke pihak puskesmas. Ada hal yang sebenarnya sudah dipersiapkan, namun token listriknya habis,” ujar Leli saat dikonfirmasi wartawan.
Menurut dia, peningkatan konsumsi listrik di Puskesmas Tarogong tidak terlepas dari pengembangan fasilitas dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, dilakukan pengalihan ruang Unit Gawat Darurat (UGD) agar lebih mudah diakses masyarakat. Kemudian pada 2025, kembali dilakukan penambahan ruang pelayanan, termasuk fasilitas Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED).
“Penambahan ruangan itu membuat kebutuhan listrik meningkat. Biasanya pengisian token dilakukan setiap 12 hari sekali, tapi kali ini habis lebih cepat dan sedang kami evaluasi penyebabnya,” kata Leli.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Kesehatan. Pihaknya kini tengah menjajaki komunikasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar fasilitas kesehatan dapat menggunakan sistem listrik pascabayar, bukan prabayar berbasis token.
“Ke depan kami ingin agar fasilitas kesehatan menggunakan meteran pascabayar, sehingga tidak ada risiko kehabisan token seperti ini,” ujar Leli.
Terkait fasilitas cadangan, Leli menyebut Puskesmas Tarogong sebenarnya telah memiliki genset. Namun, kapasitasnya belum mampu menjangkau seluruh ruangan yang kini bertambah.
“Genset tersedia, tapi belum bisa memenuhi seluruh kebutuhan listrik karena jumlah ruangan bertambah. Peningkatan kapasitas genset ini sebenarnya sudah masuk perencanaan tahun 2026, hanya saja belum dieksekusi,” katanya.
Leli menambahkan, tidak semua puskesmas di Kabupaten Garut menggunakan sistem token. Umumnya, penggunaan token diterapkan pada bangunan baru atau hasil pengembangan fasilitas.
Meski sempat menghambat aktivitas persalinan, Leli memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada dampak fatal. Namun ini menjadi catatan penting bagi kami agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya. ***



.png)











