Berita

Hasil Produksi Kapulaga Melimpah, Petani Cibalong Minta Dinas Terkait Bantu Pemasaran

×

Hasil Produksi Kapulaga Melimpah, Petani Cibalong Minta Dinas Terkait Bantu Pemasaran

Sebarkan artikel ini
Hasil produksi kapulaga di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, cukup melimpah. (Foto: Ai Karnengsih)

GOSIPGARUT.ID — Hasil produksi pertanian kapulaga di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, cukup melimpah saat ini. Kapulaga menjadi salah satu sumber pendapatan petani selain hasil produksi cengkeh, karet, pisang, dan kayu albasiah.

Meski hanya tanaman tumpangsari pohon cengkeh dan karet, namun hasil produksi kapulaga di Desa Mekarmukti untuk satu kali panen bisa mencapai puluhan ton. Saat pandemi Covid-19 harga kapulaga justru meroket mencapai Rp250 ribu per kilogram untuk kapulaga kering.

“Prospek pertanian ini sangatlah menjanjikan bagi petani di desa kami karena kapulaga salah satu tanaman tumpang sari pohon cengkeh dan karet yang merupakan plasma perkebunan masyarakat,” terang Kepala Desa Mekarmukti, Hidmat Widjaya, Jumat (6/1/2023).

Baca Juga:   Serap Aspirasi Warga, Balon Kades Cisewu Bangun Saung Rempug

Ia menambahkan, plasma perkebunan masyarakat luasnya mencapai 200 hektare. Di Desa Mekarmukti, kapulaga merupakan tanaman tumpangsari selain pisang.

“Potensi yang ada di Desa Mekarmukti sangat melimpah ruah. Meski hanya tanaman tumpangsari, namun baik pisang maupun kapulaga bisa meningkatkan kesejahteraan petani karena kwalitas yang sangat bagus dan bisa bersaing di pasaran,” jelas Hidmat.

Baca Juga:   Warga Sagara Sering Kehilangan Uang Secara Misterius, Diyakini Karena Ulah Tuyul

Apalagi, tambah dia, dengan adanya bantuan mesin pengering pertanian (solar dryer dome) dari Dinas Pertanian sehingga proses pengeringan kapulaga menjadi lebih cepat dan mudah.

“Alhamdulillah berkat adanya bantuan mesin pengering pertanian atau solar dryer dome dari Dinas Pertanian membuat proses pengeringan kapulaga menjadi lebih cepat dan mudah. Kami meminta dinas atau lembaga terkait untuk membantu pemasaran kapulaga ini untuk memutus mata rantai tengkulak,” pinta Hidmat.

Dijelaskannya , saat ini petani menjual hasil produksi pertanian ke para tengkulak sehingga harganya murah.

Baca Juga:   Didampingi Patriot Desa, Emak-emak di Cibalong Olah Pisang Jadi Tepung

“Kalau petani dibantu untuk bisa menjual langsung ke perusahaan tentu harganya bisa lebih baik karena tidak ada tengkulak yang mempermainkan harga sehingga petani bisa sejahtera,” kata Hidmat.

Untuk diketahui, kapulaga termasuk tanaman obat-obatan dan merupakan komoditas yang harus dikembangkan mengingat permintaan pasar yang cukup tinggi sebagai bahan industri obat tradisional, kosmetik, farmasi, industri makanan dan minuman. (Ai Karnengsih)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *