Berita

Didampingi Patriot Desa, Emak-emak di Cibalong Olah Pisang Jadi Tepung

×

Didampingi Patriot Desa, Emak-emak di Cibalong Olah Pisang Jadi Tepung

Sebarkan artikel ini
Tepung pisang hasil olahan emak-emak di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut. (Foto: Ai Respati)

GOSIPGARUT.ID — Menyongsong bulan Ramadhan dan Lebaran, warga Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, mengolah pisang dijadikan tepung untuk bahan membuat kue dan makanan bayi. Olahan tepung dari pisang nangka tersebut dikerjakan secara manual oleh emak-emak di desa setempat di bawah bimbingan Patriot Desa, Almira Sonia Sonjaya.

“Ini upaya meningkatkan harga jual pisang dan tidak lagi menjual hasil bumi secara konvensional,” ujar Almira, Selasa (9/3/2021).

Menurutnya, kehadiran Patriot Desa di Desa Mekarmukti, Kecamatan Cibalong, memang salah satu tugasnya adalah menggali dan mengembangkan potensi yang ada di desa agar mampu meningkatkan ekonomi masyarakat pasca pandemi Covid -19.

Almira sepakat dengan pernyataan Kepala Desa Mekarmukti, Hidmat Wijaya, bahwa Desa Mekarmukti memiliki potensi hasil pertanian yang melimpah berupa pisang, rempah-rempah, kayu karet, dan albasiah.

“Pisang merupakan komoditas unggulan selain rempah – rempah seperti kapolaga, cengkeh, pala, dan lada. Dalam seluas 1 Ha lahan pertanian bisa menghasilkan 1 ton pisang dengan jenis pisang nangka, ambon, dan muli,” terang Hidmat.

Selama ini, tambah dia, pihaknya menjual pisang mentahan. Saat ini harga jual pisang dari petani ke bandar hanya Rp800 per kilogramnya. Mengingat harganya yang sangat rendah sehingga pisang tidak lagi dijual mentahan tetapi diolah dulu menjadi tepung dan kue sehingga harga jualnya cukup tinggi dan bisa meningkatkan ekonomi warga.

Baca Juga:   Ada Tantangan Besar, Serikat Pekerja PDAM Garut Harapkan Direksi Baru Diisi Orang Profesional

Dijelaskan Almira, animo warga Desa Mekarmukti untuk mengikuti arahan dan pelatihan cara mengolah pisang mentahan menjadi bahan tepung sangat tinggi. Karena manfaatnya, setelah menjadi tepung, harga pisang di sana jadi meningkat.

“Jika pisang mentahan hanya bisa dijual Rp800 per kilogram, namun jika diolah menjadi tepung harganya meningkat menjadi Rp52 ribu per kilogramnya,” tutur dia.

Diungkapkan Hidmat Wijaya, pihaknya sangat terbantu dengan adanya Patriot Desa di Desa Mekarmukti, yang turun langsung berbaur dengan masyarakat menginventaris potensi, menggali, dan mengembangkan potensi yang ada di Desa Mekarmukti.

“Kami optimis kehadiran Patriot Desa mampu membangkitkan gairah warga sekitar untuk bersama-sama menggali potensi yang ada sehingga kelak mereka bisa mandiri dan tidak berorientasi menjadi buruh tetapi mampu berwirausaha secara produktif dan profesional. Apalagi saat ini sudah ada perhatian dari Bupati Garut, membangun infrastruktur jalan di Desa Mekarmukti, sehingga akses mudah dilalui,” paparnya.

Baca Juga:   Polisi Bubarkan Aktivitas Balapan Liar di Jalan Miramare Cibalong, 14 Pemuda Diamankan

Sementara itu, Staf Senior Pemberdayaan Masyarakat Desa (SSPMD), Yudi Kurnia, SH, MH, mengapresiasi kinerja Patriot Desa yang berjuang menggali potensi dan mengembangkannya menjadi peluang usaha produktif di masyarakat.

Ia menuturkan, pemerintah (Pemkab dan pemerintah pusat) harus memberikan dukungan dan perhatian dengan memberikan kemudahan, baik perizinan (izin usaha/label produk), maupun peningkatan kapasitas penyempurnaan kwalitas tepung, agar hasil tepung olahan masyarakat sesuai yang dibutuhkan pasar.

“Masyarakat pun mesti dibantu dalam hal pemasaran online melalui Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) agar produk olahan dipasarkan di media online milik pemerintah dan dicarikan pasar dari luar,” kata Yudi.

Ia menambahkan, pemerintah juga harus memberikan perhatian dan dukungan. Contohnya untuk perizinan, jangan sampai masyarakat yang jauh harus bolak balik mengurus izin. Karena bagi mereka, jangankan mengurus izin mendengar nama kantornya saja mungkin asing.

“Jadi harus dibantu dengan memberikan izin secara jemput bola dan diberikan kemudahan, termasuk upaya peningkatan kapasitas penyempurnaan kwalitas tepung agar sesuai yang dibutuhkan pasar,” ujar Yudi.

Ia mengatakan, banyak potensi yang bisa digali dan dikembangkan untuk membantu masyarakat bangkit dari keterpurukan pasca pandemi. Itu tergantung kreatifitas dan inovasi masyarakat itu sendiri.

Baca Juga:   EVOS Terpilih sebagai Klub Mitra Resmi Esports World Cup Foundation (EWCF)

“Namun pemulihan ekonomi masyarakat harus didukung secara pentahelik (kolaborasi dari beberapa elemen), baik dari dinas/lembaga, perguruan tinggi, pengusaha/pelaku usaha, media massa, bisa bersinergi mendukung program pemulihan ekonomi masyarakat dengan menggali dan mengembangkan potensi di desa masing-masing,” ujar Yudi.

Ia meminta masyarakat berhenti mengejar target menjadi buruh pabrik dan menjual potensi yang ada secara konvensional. Jangan sampai masyarakat desa hanya menjadi buruh pabrik di kota sementara potensi desa diambil oleh orang kota.

Ke depan, Yudi mentargetkan tumbuh kader-kader baru Patriot Desa yang lahir dari desa itu sendiri, menjadi pelopor dan inovator di desanya.

“Kehadiran Patriot Desa hanya sementara justru kita targetkan nanti lahir kader Patrio Desa di desa tersebut yang mampu menciptakan inovasi dan kreativitas sehingga tidak muncul ketergantungan tetapi justru lahir kemandirian,” pungkasnya. (Ai Respati)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *