GOSIPGARUT.ID — Sebanyak 3.326 orang guru non-PNS di Kabupaten Garut akan diangkat menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) pada 2023. Bupati Rudy Gunawan mengatakan, dengan pengangkatan PPPK itu diharapkan para guru akan mendapatkan gaji yang lebih layak.
“Nanti (gajinya) di Rp4,1 juta. Kami menyiapkan anggaran Rp361 miliar untuk PPPK di tahun 2023. Dari yang tadinya hanya Rp71 miliar sekarang naik menjadi Rp361 miliar. Kami sudah siapkan di APBD,” kata dia, Jumat (25/11/2022).
Rudy juga mengapresiasi kepada para guru non-pegawai negeri sipil (PNS), yang memiliki honor kurang lebih Rp300 ribu per bulan. “Saya berterima kasih kepada guru ya, ada dedikasi yang luar biasa, (khususnya) dari non-PNS,” ujarnya.
Ketua PGRI Kabupaten Garut, Mahdar, mengatakan, mengapresiasi rencana Pemkab Garut yang akan mengangkat 3.326 guru honorer menjadi PPPK. Pasalnya, saat ini Kabupaten Garut masih kekurangan guru.
“Itu (pengangkatan PPPK Guru di Garut) merupakan kabupaten yang terbesar di Jawa Barat mengangkat PPPK. Mudah-mudahan itu meningkatkan IPM dan pendidikan kita ini berjalan dengan bagus,” kata dia.
Mahdar memaparkan untuk saat ini Guru yang sudah terdaftar dalam keanggotaan PGRI Kabupaten Garut mencapai 8.500 orang. Namun, jika disesuaikan dengan kenyataan, terdapat sekitar 12 ribu guru di Kabupaten Garut. (ROL)



.png)











