GOSIPGARUT.ID — Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Garut menyelenggarakan jalan sehat pada Sabtu (26/11/2022) sebagai rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-77 PGRI dan Hari Guru tahun 2022. Pihak panitia membagikan sejumlah hadiah untuk peserta jalan sehat itu yang diberikan melalui kupon undian.
Hadiah yang paling diharapkan bisa didapatkan oleh para peserta adalah satu tiket umroh ke Tanah Suci Mekkah, dan empat buah sepeda motor. Dan salah satu pemenang sepeda motor adalah seorang guru perempuan berstatus honorer di SDN Jagabaya 1, bernama Fitri Laela (31).
SDN Jagabaya 1 sendiri berlokasi di Kampung Jaringao, Desa Jagabaya, Kecamatan Mekarmukti, Kabupaten Garut. Sekolah tersebut konon merupakan sekolah terpencil dengan memiliki jumlah siswa dari kelas 1 sampai 6 sebanyak 45 orang.
Sementara banyaknya guru yang mengajar di SD itu ada tujuh orang. Yakni dua berstatus pegawai negeri sipil (PNS), satu pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan empat orang berstatus honorer yang hanya menerima honor per bulan Rp300 ribu.
Menurut rekan-rekannya sesama guru di SDN Jagabaya 1, Fitri Laela merupakan guru honorer berusia muda yang aktif, kreatif, dan mempunyai daya semangat mendidik yang luar biasa. Orangnya ramah dan selalu ingin tahu akan perkembangan zaman. Ia juga selalu mengikuti berbagai kegiatan positif, baik yang berhubungan dengan kedinasan maupun di luar kedinasan.
“Jadi tidak mengherankan ketika ada permintaan dari panitia jalan sehat HUT PGRI tingkat Kabupaten Garut kepada sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Mekarmukti untuk mengirimkan satu orang peserta jalan sehat, maka yang mewakili SDN Jagabaya 1 adalah Bu Fitri Laela karena dia biasa suka mengikuti kegiatan seperti itu,” ungkap Wahid, sejawat Fitri Laela.
Wahid menambahkan, Fitri Laela berangkat ke Kota Garut untuk mengikuti jalan sehat bersama 39 guru lainnya yang mewakili sejumlah sekolah (SD, SMP, dan SMA) di Kecamatan Mekarmukti. Dari rumahnya menuju Kota Garut, jelas Wahid, guru honorer Fitri menggunakan sepeda motor jenis matic yang kerap sakit-sakitan alias mogok.
“Entah kenapa, pada hari kemarin (Jumat, 25/11/2022), Bu Fitri memaksakan untuk menggunakan sepeda motor itu yang kalau dipakai sering mogok. Mungkin saja karena tidak ada lagi sepeda motor yang lain, eh tahunya di acara jalan sehat ia malah mendapatkan sepeda motor baru,” kata Wahid.
Wahid yang tidak ikut pergi ke acara jalan sehat karena ada suatu keperluan mendesak itu mengaku senang ketika mengetahui bahwa teman sejawatnya mendapatkan hadiah sepeda motor di acara jalan sehat. Menurut dia, sepeda motor hadiah itu bisa jadi pengganti sepeda motor yang suka mogok.
“Bahkan bukan hanya mengganti sepeda motor yang sering mogok, namun juga mengganti sepeda motor yang hilang digondol pencuri,” ucap Wahid.
Perlu diketahui, lanjut Wahid, sekitar tahun 2017, ibu dari satu anak itu pernah kehilangan sepeda motor jenis Honda Vario miliknya. Sepeda motor tersebut raib di gondol maling ketika tengah diparkir tidak jauh dari rumahnya. ***



.png)











