Opini

Perubahan Perilaku dan Komunikasi Digital di Era New Normal

×

Perubahan Perilaku dan Komunikasi Digital di Era New Normal

Sebarkan artikel ini
Dr. Zikri Fachrul Nurhadi, S.T, M.Si. (Foto: Istimewa)

Oleh: Dr. Zikri Fachrul Nurhadi, S.T, M.Si

SAAT ini masyarakat mulai menghadapi kondisi new normal. Bukan hanya itu, brand pun sudah mulai menata ulang strategi marketing mereka supaya dapat bangkit kembali setelah merasakan penurunan di masa pandemi. Walau menjalankan kegiatan marketing di era normal ini masih perlu meraba dan belum ada guideline pasti untuk mencapai efektivitasnya, namun banyak brand yang sudah memulai eksperimen mereka untuk bisa kembali menarik perhatian para pelanggan.

Namun di masa-masa seperti saat ini, untuk bisa kembali bangkit di masa new normal, yang perlu dilakukan brand antara lain, meningkatkan pengalaman pelanggan, memberikan nilai tambah, sehingga dapat membentuk hubungan yang kuat dengan para pelanggan. Walau memang belum ada langkah pasti, tetapi beberapa hal di bawah ini mungkin dapat membantu marketers dalam membangun strategi marketing dalam waktu yang tidak menentu ini.

Memaknai komunikasi dan perubahan pola perilaku masyarakat

Pola perilaku masyarakat mengalami perubahan seiring dengan hadirnya pandemi ini dan akan terus berlanjut dalam masa-masa new normal. Masyarakat cenderung lebih selektif dalam melakukan pembelian serta akan menata ulang prioritas dan kebutuhan mereka karena merasa cemas dengan keadaan yang tidak menentu.

Baca Juga:   Amerika dan Rusia Sama Saja, yang Binasa Ukraina, yang Untung Mungkin China, Indonesia Bagaimana?

Selain itu, mobilitas mereka juga lebih terbatas dan lebih memilih untuk berkegiatan di rumah saja yang membuat mereka lebih cepat merasa jenuh dan bosan. Perasaan cemas dan jenuh tersebut yang membuat masyarakat terus mencari informasi dan juga hiburan sesuai kebutuhan mereka dari berbagai platform yang dimilikinya. Hal ini pula yang memicu semakin meningkatnya penggunaan internet.

Perubahan perilaku tersebut membuat masyarakat lebih banyak menghabiskan waktunya di dunia digital. Tidak hanya untuk mencari hiburan atau informasi, saat ini mereka juga memiliki kecenderungan untuk berbelanja secara online.

Berdasarkan riset dari Global WebIndex, penggunaan media sosial pada Gen Z meningkat sebesar 27%, 30% peningkatan pada generasi millennial, 29% pada Gen X dan 15% pada generasi boomers. Facebook juga melaporkan penggunaan aplikasinya meningkat sebesar 70% sejak krisis ini dimulai.

Maka dari itu, menjalankan kegiatan marketing secara digital dapat menjadi solusi bagi brand untuk bisa mendekatkan diri kepada pelanggan mereka pada masa new normal. Misalnya, brand bisa memaksimalkannya pada kampanye paid search atau paid social.

Baca Juga:   PDIP dan Wacana Presiden Tiga Periode, Bak Perselingkuhan yang Tersembunyi dalam Terang

‍Menata “new komunikasi” di era “new normal”

Mendekatkan diri dan berkomunikasi menjadi salah satu tujuan brand dalam menjalankan kegiatan marketing. Dengan komunikasi yang baik tentunya membuat target audiens akan merasa nyaman dan lebih percaya terhadap brand terkait dan masa ini dapat menjadi waktu yang baik untuk meningkatkan brand awareness melalui komunikasi tersebut.

Kita bisa menanyakan kepada audiens, keingingan audiens dan juga konten apa yang sedang mereka butuhkan. Keinginan berbelanja konsumen mungkin sedang surut, namun riset Forrester menyatakan bahwa pelanggan sebenarnya tetap mengingkan sesuatu yang baru dan menarik dari brand yang bisa membantu mereka melewati kejenuhan saat karantina.

Beberapa hal yang dapat dilakukan antara lain, dengan membuat webinar ataupun kelas-kelas online yang meningkatkan semangat audiens, atau dengan mengubah pesan dalam email marketing dengan mengirimkan berita-berita positif atau informasi yang menghibur.

Pesan dalam komunikasi tersebut perlu disusun secara hati-hati dan benar-benar berguna. Karena masyarakat sudah lelah dengan informasi terkait virus corona dalam inbox mereka.

Berkomunikasi lewat konten menarik

Baca Juga:   Gibran Fenomenal, Fenomena Gibran (Catatan: Asep Lukman Abu Arkansya)

Salah satu masalah yang melanda semasa krisis ini adalah menurunnya tingkat konversi pada iklan digital yang ditayangkan. Karena hal tersebut, cara supaya bisa lebih dekat dengan audiens adalah melalui konten. Kunci untuk bisa bertahan di masa krisis dan bangkit kembali di masa new normal yakni lewat kreativitas. Konten yang menarik tentunya dapat membantu meningkatkan suasana hati masyarakat dan yang nantinya akan terus mereka ingat.

Brand dapat membuat konten dalam bentuk artikel, video, grafik atau apa saja dengan tetap memberikan nilai tambah kepada masyarakat. Keunggulan dari menyajikan konten adalah brand bisa memberikan berbagai hiburan, edukasi dan juga berbagai informasi positif sehingga nantinya masyarakat menjadi tertarik untuk mengonsumsi produk atau jasa yang ditawarkan brand setelah masa krisis ini sudah terlewati. ***

(Penulis, Ketua Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Informasi Universitas Garut)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *