oleh

Pemuda yang Bunuh Seorang Nenek di Banjarwangi Divonis Penjara Seumur Hidup

GOSIPGARUT.ID — PN Garut menjatuhkan vonis hukuman penjara seumur hidup terhadap Abdul Aziz alias Adul (22). Pemuda asal Kecamatan Banjarwangi ini terbukti bersalah telah membunuh dan membakar seorang nenek gegara uang Rp15 ribu.

Humas PN Garut Endratno Rajamai, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Raja menjelaskan, Adul divonis seumur hidup.

“Berdasarkan hasil sidang, terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena telah menghilangkan nyawa orang lain dan divonis dengan hukuman penjara seumur hidup,” ucap Raja kepada wartawan di kantornya, Jalan Merdeka, Tarogong Kidul, Selasa (17/3/2020).

Raja menjelaskan, sidang beragendakan vonis terhadap terdakwa Adul digelar di Pengadilan Negeri Garut, Senin (16/3/2020) kemarin sore.

Dalam sidang itu, baik Adul maupun Jaksa Penuntut Umum (JPU) menerima putusan hakim tersebut. Vonis yang dijatuhkan hakim ini lebih tinggi dari tuntutan JPU yang menuntut Adul 20 tahun penjara.

“Terdakwa sudah menerima putusan tersebut. Dan itu artinya, putusan ini sudah berkekuatan hukum tetap,” kata Raja.

Kasus pembunuhan terhadap Nenek Iyah (65) yang dilakukan Adul sendiri terjadi di kawasan Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, sekitar September 2019 lalu. Mulanya, polisi menerima laporan adanya kebakaran di tengah-tengah kebun milik warga yang menyebabkan seorang nenek tewas terpanggang.

Baca Juga:   Kasus "Vina Garut", Baru Satu Tersangka yang Berkas Perkaranya Lengkap

Namun, setelah diselidiki, ternyata kebakaran tersebut sengaja dilakukan. Berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan di lapangan, polisi menyimpulkan bahwa nenek Iyah dibunuh kemudian jasadnya dibakar.

Hal itu diketahui dari bercak darah yang ada di sekitar lokasi serta luka benda tajam di bagian leher almarhumah.

Teka-teki terkait siapa orang keji yang nekat membunuh-bakar nenek Iyah pun akhirnya terjawab. Polisi menangkap Adul 24 jam setelah kejadian di kawasan Cibiuk saat Adul bekerja di sebuah rumah konveksi.

Baca Juga:   Kejari Kembali Pelajari Kasus Dugaan Korupsi Pokir di DPRD Garut

Kepada polisi, Adul mengaku nekat membunuh Nenek Iyah gegara kesal tak terima persoalan utang Rp15 ribu milik keluarganya kepada korban menjadi buah bibir tetangga se-kampung.

Dari pengakuan Adul juga, diketahui Nenek Iyah dihabisi dengan cara yang sangat sadis. Adul terlebih dahulu membuntuti Nenek Iyah yang tengah berada di sawah, kemudian menggorok lehernya kemudian membakar Nenek Iyah menggunakan atap gubuk yang terbuat dari ijuk. (dtc)

Komentar