oleh

Kades Kampanye Capres di Garut, Meski Tersangka Tapi Tak Ditahan

GOSIPGARUT.ID — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Garut menyatakan, Kepala Desa (Kades) Cimareme Jajang Haerudin ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan melakukan kampanye calon presiden (capres) nomor urut 01 di media sosial sehingga dijerat undang-undang tindak pidana pemilu.

“Namun, meskipun statusnya tersangka yang bersangkutan tidak ditahan polisi,” kata Komisioner Bawaslu Kabupaten Garut Ahmad Nurul Syahid kepada wartawan, Jumat 29 Maret 2019.

Ia menuturkan, Kades Cimareme, Kecamatan Banyuresmi itu diketahui melakukan ajakan memilih melalui video, kemudian tersebar di media sosial yang akhirnya Bawaslu memanggil orang dalam video tersebut.

Baca Juga:   Viral Video Kades Cimareme yang Ajak Pilih Jokowi -- Ma'ruf Amin

Kasus tersebut, kata Ahmad, ditindaklanjuti bersama yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu) terdiri dari Bawaslu, Polres Garut dan Kejaksaan Negeri Garut yang memutuskan adanya dugaan pidana pemilu.

“Saat ini Jajang masih menjalani pemeriksaan intensif di Polres,” ucapnya.

Ahmad menyampaikan, hasil kajian Jajang dijerat melakukan tindak pidana pelanggaran pemilu sesuai dengan Undang-undang nomor 7 tahun 2017 dengan ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda Rp12 juta.

Baca Juga:   Kadispora Garut Terancam Hukumam 3 Tahun Bui dan Denda Rp1 Miliar

Bawaslu Garut, lanjut dia, masih menunggu hasil pemeriksaan penyidik di Kepolisian Resor Garut untuk menjadi pembahasan di Gakumdu dan penuntasan kasus tersebut.

“Selanjutnya Gakumdu akan melakukan pembahasan ketiga, kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan,” ujar Ahmad.

Sebelumnya, seorang kades memberikan pernyataan dukungan dan ajakan memilih yang direkam menggunakan video telepon seluler, yang akhirnya tersebar ke media sosial, terutama grup WhatsApp. (Ant/Gun)

Komentar

Berita Terkait