Berita

Dipakai Menteri Keuangan Purbaya, Jaket Kulit UMKM Garut Curi Perhatian: “Kalau Sempat Saya ke Garut”

×

Dipakai Menteri Keuangan Purbaya, Jaket Kulit UMKM Garut Curi Perhatian: “Kalau Sempat Saya ke Garut”

Sebarkan artikel ini
Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenakan jaket kulit berwarna cokelat produksi UMKM Garut.

GOSIPGARUT.ID — Sebuah momen sederhana dalam video yang diunggah akun TikTok Diskominfo Garut mendadak menarik perhatian publik. Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, tampak mengenakan jaket kulit berwarna cokelat produksi UMKM Garut dan secara spontan memberikan apresiasi terhadap produk tersebut.

Video yang dipantau GOSIPGARUT.ID pada Sabtu (30/5/2026) itu memperlihatkan suasana hangat ketika Purbaya berdialog dengan seorang penanya yang memperkenalkan jaket kulit khas Garut yang sedang dikenakannya. Percakapan ringan tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana produk lokal daerah mendapat tempat di kalangan pejabat nasional.

Saat ditanya apakah ukuran jaket yang dikenakannya sudah sesuai, Purbaya menjawab singkat namun penuh kesan.

“Cukup, pas nih,” ujarnya sambil tersenyum.

Dialog kemudian berlanjut ketika penanya menanyakan asal jaket yang dikenakannya. Purbaya sempat melontarkan candaan yang membuat suasana menjadi cair.

Baca Juga:   Para Pejabat Dinkes Garut "Jalan-jalan" ke Thailand Saat Kemiskinan Ekstreem Mendera Warga, Ini Kata GGW

“Dari Garut. Ini kulitnya sebenarnya kulit jeruk,” kata Purbaya berseloroh.

Ucapan itu langsung disambut koreksi dari penanya yang menjelaskan bahwa jaket tersebut terbuat dari kulit domba, bahan yang selama ini menjadi ciri khas industri kulit Garut.

“Kulit domba ya? Kulit domba mantap,” jawab Purbaya.

Tak berhenti sampai di situ, Menteri Keuangan juga menyampaikan apresiasi kepada para pelaku UMKM yang memproduksi jaket tersebut. Bahkan, ia mengaku tertarik untuk menambah koleksi jaket kulit dari Garut.

“Eh makasih UMKM Garut. Nanti gua mau beli yang warna lebih putih,” ucapnya.

Pernyataan itu sontak menjadi kebanggaan tersendiri bagi para pelaku usaha kulit di Garut. Sebab, pengakuan dari seorang pejabat negara dinilai dapat menjadi promosi positif bagi produk lokal yang selama ini menjadi salah satu andalan perekonomian daerah.

Baca Juga:   Putri Karlina Dorong UMKM Garut "Naik Kelas" Lewat Jalur Digital

Menjelang akhir percakapan, penanya kemudian melontarkan pertanyaan yang mewakili harapan banyak warga Garut: kapan Menteri Keuangan akan berkunjung ke Kota Intan.

Jawaban Purbaya terbilang singkat, tetapi cukup membuat masyarakat Garut berharap.

“Kalau sempat saya ke Garut deh,” katanya.

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenakan jaket kulit berwarna cokelat produksi UMKM Garut.

Dari Sukaregang untuk Indonesia

Garut bukan nama baru dalam industri produk kulit nasional. Kawasan Sukaregang selama puluhan tahun dikenal sebagai sentra kerajinan kulit yang menghasilkan berbagai produk berkualitas, mulai dari jaket, sepatu, tas hingga aksesori fesyen lainnya.

Data Pemerintah Kabupaten Garut menunjukkan sektor industri kecil dan menengah, termasuk industri kulit, masih menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Ribuan tenaga kerja menggantungkan hidup dari rantai usaha yang tumbuh di sentra-sentra produksi tersebut.

Karena itu, munculnya produk UMKM Garut dalam keseharian pejabat nasional memiliki makna lebih dari sekadar soal fesyen. Bagi para perajin, hal itu merupakan pengakuan bahwa hasil karya mereka mampu bersaing dan diterima di tingkat nasional.

Baca Juga:   Setelah Dua Tahun Vakum, Semua SD di Cisewu Selenggarakan "Samen" Secara Meriah

Di tengah derasnya arus produk impor dan persaingan industri mode yang semakin ketat, apresiasi terhadap produk lokal menjadi energi tersendiri bagi para pelaku usaha. Terlebih ketika apresiasi itu datang secara spontan dari seorang menteri yang mengenakan langsung hasil karya mereka.

Mungkin hanya sebuah jaket berwarna cokelat yang tampak sederhana. Namun bagi para perajin kulit Garut, momen itu menjadi pengingat bahwa karya yang lahir dari tangan-tangan terampil di daerah dapat melangkah jauh, bahkan sampai dikenakan oleh salah satu pejabat tertinggi di bidang ekonomi Indonesia. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *