GOSIPGARUT.ID — Banyak warga di Kabupaten Garut kebingungan dan kesulitan melakukan pencoblosan pada Pemilu, 17 April mendatang. Terutama ketika mesti memilah dan memilih kartu suara untuk mencoblos calon pilihannya. Begitu pun saat harus melipat kartu suara tersebut usai dicoblos.
Hal itu setidaknya tergambar dari hasil simulasi pemungutan dan penghitungan suara digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Garut di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 13 Desa Cimurah Kecamatan Karangpawitan belum lama ini.
Kesulitan dialami warga terutama karena banyaknya kertas suara yang harus dicoblos dengan ukuran lembar kertas cukup besar.
Mulai kertas suara untuk Calon Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, hingga kertas suara untuk calon Anggota DPRD Kabupaten Garut.
Menurut Komisioner KPU Garut Divisi Teknik Hilwan Fanaqi, hasil simulasi menunjukkan masih terdapat banyak kekurangan, dan kesalahan yang nantinya akan menjadi catatan bagi KPU selaku penyelenggara Pemilu.
Semua catatan tersebut akan dievaluasi kepada penyelenggara sampai tingkat desa. Supaya dalam pelaksanaan pemungutan suara dan penghitungan suara pada 17 April 2019 nanti tak ada lagi kekurangan maupun kesalahan terjadi.
“Pemilih masih menghadapi kendala dalam memilih kertas suara, dan melipatnya. Perhitungan waktu juga masih belum efektif, mulai pemilih mendaftar sampai selesai penghitungan suara,” kata Hilwan, Rabu (27/3/2019).
Dia menyebutkan, simulasi pemungutan dan penghitungan suara digelar selaras program nasional dilaksanakan hampir di setiap kabupaten/kota di Jawa Barat dibagi dalam beberapa katagori. Kabupaten Garut sendiri terkatagori simulasi masyarakat pedesaan. (IK/Yus)



.png)











