GOSIPGARUT.ID — Mantan Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengungkap strategi komunikasi yang pernah ditempuh pemerintah daerah dalam mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Ia menuturkan, pendekatan yang dilakukan pada masanya menitikberatkan pada komunikasi teknokratik dan realistis dengan gubernur yang menjabat saat itu, yakni Ahmad Heryawan dan Ridwan Kamil.
Menurut Rudy, hasil dari komunikasi tersebut terlihat dari sejumlah proyek strategis, di antaranya pelebaran jalan menuju Garut di kawasan Citiis yang sebelumnya dinilai sempit dan rawan hambatan lalu lintas. Selain itu, pembangunan saluran drainase besar di wilayah Leles juga berhasil mengurangi potensi banjir.
“Semua itu dilakukan melalui komunikasi yang konstruktif dan berbasis perencanaan teknis,” ujarnya, belum lama ini.
Pada periode kepemimpinan Ridwan Kamil, lanjut Rudy, terdapat kesepakatan penting terkait peningkatan status jalan kabupaten menjadi jalan provinsi sepanjang sekitar 100 kilometer di wilayah Garut.
Salah satu ruas yang diusulkan adalah jalur Cimareme di Kecamatan Caringin menuju Bungbulang, Pakenjeng, hingga Cikajang sepanjang kurang lebih 42 kilometer. Setelah dialihkan menjadi kewenangan provinsi, ruas tersebut langsung mendapatkan penanganan, termasuk pelebaran jalan dengan dukungan anggaran provinsi.
Tak hanya itu, rencana pengembangan juga mencakup jalur Wangiwangi (Cikajang) menuju Banjarwangi, Singajaya, hingga perbatasan Tasikmalaya. Namun, rencana tersebut belum sepenuhnya terealisasi seiring berakhirnya masa jabatan gubernur saat itu.
Rudy menyebut, ruas Banjarwangi dan Singajaya yang saat ini menjadi sorotan sebenarnya telah masuk dalam rencana pengambilalihan oleh pemerintah provinsi sebagai bagian dari konektivitas lintas wilayah selatan Jawa Barat.
Ia menjelaskan, konsep jaringan jalan tersebut menghubungkan wilayah Cukul di Kabupaten Bandung menuju Garut hingga Rancabuaya, kemudian tersambung ke Cikajang, Banjarwangi, Singajaya, hingga Taraju di Kabupaten Tasikmalaya.
“Dulu itu berjalan tanpa polemik karena dibahas secara teknokratik,” kata Rudy.
Selain pembangunan jalan, Rudy juga menyinggung pembangunan infrastruktur jembatan di wilayah selatan Garut. Ia mencatat, sebanyak tujuh jembatan dibangun, dengan rincian lima pada masa Ahmad Heryawan dan dua pada masa Ridwan Kamil.
Lebih lanjut, Rudy menyoroti keterbatasan panjang jalan provinsi di Jawa Barat yang saat ini sekitar 2.300 kilometer, lebih sedikit dibandingkan Jawa Tengah yang mencapai sekitar 3.000 kilometer.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah kabupaten untuk mengusulkan peningkatan status jalan, terlebih dengan adanya peningkatan pendapatan provinsi dari kebijakan opsen pajak.
Rudy pun berharap pemerintah daerah saat ini dapat melanjutkan pola komunikasi yang efektif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, termasuk dengan Gubernur Jawa Barat saat ini, Dedi Mulyadi.
“Yang penting dibangun komunikasi yang realistis dan berbasis teknis, sehingga kebutuhan infrastruktur daerah bisa diakomodasi dengan baik,” pungkas Rudy. ***



.png)




























