GOSIPGARUT.ID — Fenomena perpindahan afiliasi politik sejumlah kepala daerah di Jawa Barat ke Partai Gerindra menguat pascapilkada serentak dan Pilpres 2024. Tren ini mencuat seiring dominasi kemenangan Gerindra di berbagai daerah di Jawa Barat serta menguatnya posisi politik partai besutan Presiden terpilih Prabowo Subianto tersebut di tingkat nasional.
Dalam kontestasi pilkada terakhir, Partai Gerindra tercatat meraih kemenangan mayoritas di Jawa Barat. Sedikitnya 14 kabupaten/kota dipimpin kader atau pasangan kepala daerah yang diusung Gerindra, baik sebagai bupati, wakil bupati, wali kota, maupun wakil wali kota.
Sejumlah daerah yang dimenangkan Gerindra antara lain Kabupaten Garut, Kabupaten dan Kota Tasikmalaya, Majalengka, Kuningan, Ciamis, Kota Bekasi, Kota Cimahi, Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, serta Kabupaten Purwakarta. Adapun daerah lainnya masih diperebutkan atau dimenangkan oleh partai lain seperti PDI Perjuangan, Partai NasDem, dan Partai Golkar.
Pasca kemenangan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam Pilpres 2024, arus migrasi politik kepala daerah ke Gerindra kian ramai. Beberapa di antaranya bahkan telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Partai Gerindra.
Nama yang disebut telah resmi bergabung antara lain Bupati Karawang terpilih Aep Syaefulloh, yang sebelumnya dikenal sebagai kader Partai NasDem. Selain itu, Wakil Bupati Indramayu H Saefudin, mantan Ketua DPD Golkar Indramayu yang berpasangan dengan Lucky Hakim, juga disebut telah mengantongi KTA Gerindra.
Isu serupa turut mengemuka terkait dua kepala daerah asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP), yakni Bupati Sumedang Doni Ahmad Munir dan Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin, yang dikabarkan tengah mempertimbangkan bergabung dengan partai berlambang kepala garuda tersebut.
Sekretaris Pengurus Wilayah Gerakan Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) Jawa Barat, Yudi Setia Kurniawan, membenarkan adanya fenomena tersebut. Menurut dia, perpindahan kepala daerah ke Gerindra merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik nasional.
“Saya rasa wajar dan logis jika banyak kepala daerah memilih bergabung dengan Gerindra. Pertama, untuk mempermudah akses dan sinkronisasi antara pemerintah daerah dan pusat. Kedua, sosok Prabowo Subianto sebagai presiden terpilih menjadi magnet tersendiri dengan gaya kepemimpinan yang tegas,” ujar Yudi, Rabu (11/2/2026).
Yudi menambahkan, faktor lain yang turut mendorong adalah peluang politik Gerindra ke depan yang dinilai semakin kuat. Ia menyebut Gerindra saat ini berada di jajaran teratas partai politik yang mendapat tingkat kepercayaan publik tinggi, didukung program-program nasional seperti Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, dan agenda swasembada pangan.
Sementara itu, Wakil Bupati Indramayu H Saefudin secara terbuka mengonfirmasi bahwa dirinya telah resmi menjadi kader Partai Gerindra. Ia mengaku telah menghadiri kegiatan internal partai yang melibatkan unsur kepala daerah.
“Betul, saya sudah menjadi kader Partai Gerindra. Dalam beberapa kegiatan partai, saya sudah diundang, khususnya yang melibatkan kepala daerah. Saya sejak dulu mengagumi sosok Pak Prabowo, bahkan sejak sebelum beliau mendirikan Gerindra. Kami juga memiliki latar belakang yang sama dari Golkar,” ujar Saefudin kepada awak media belum lama ini.
Menguatnya arus hijrah politik ini dinilai akan memengaruhi peta kekuatan partai di Jawa Barat menjelang konsolidasi pemerintahan baru, sekaligus menjadi indikator arah koalisi dan dinamika politik daerah dalam beberapa tahun ke depan. ***



.png)















