GOSIPGARUT.ID — Inilah cara SMKN 1 Garut untuk menanamkan nilai demokrasi di kalangan pelajar. Salah satunya dengan menggelar pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) tahun pelajaran 2019-2020 dengan menggunakan sistem elektronik voting atau e-voting berbasis android dan komputer, berbekal user name dan password yang sudah diberikan panitia, pada Senin pagi (18/02/2019).
Dua pasang Kandidat calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMKN 1 Garut periode 2019-2020, semuanya dari kelas XI. Pertama pasangan Aji Rahman Hakim dan Vera Sri, pasangan kedua Farhan Maulana dan Neng Rohani. Sedangkan untuk e-Voting penghitungan suara sendiri dipusatkan di Aula dua, di lingkungan SMKN1 Garut jalan Cimanuk
Kepala SMKN 1 Garut H Dadang Johar Arifin mengatakan, dengan pemilihan e-voting lebih efektif dan dapat menghitung hasil dengan cepat dan akurat karena menggunakan perangkat elektronik. Sementara sistem manual relatif lebih lama. Sistem e-voting juga memiliki keunggulan lainnya antara lain, bisa menghemat anggaran.
“E-voting ini lebih efektif dan efisien, hasilnya juga lebih cepat dan akurat, di bandingkan dengan pemilihan secara manual. Selain menggunakan kertas, waktunya juga cukup lama dan harus antri di tempat pemungutan suara. Dengan online ini mereka bisa memungut suara di dalam kelas sehingga tidak perlu mengganggu belajar, dan biaya sangat efisien sekali,” ucapnya saat ditemui disela penghitungan suara.
Dadang menambahkan, untuk jumlah yang memiliki hak pilih ini sekitar 2400 orang, mereka adalah siswa siswi dari kelas X hingga kelas XII. “Kalau melihat anak anak di kita itu 99 % sudah mengunakan android, sementara sisanya yang tidak menggunakan android hanya 1 % dan itu bisa meggunakan lab komputer,” terangnya.
“Bukan pemilihan ini saja, kita juga sekarang akan mencoba ujian nasional (UN) menggunakan berbasis android. Jadi kita mungkin hanya satu sesen. Dan untuk ulangan umum pun telah menggunakan berbasis android,” kata Dadang lagi.
Sebelumnya, panitia pemilihan OSIS SMKN 1 melakukan seleksi calon ketua dan akil ketua OSIS. Setelah didapatkan dua pasangan calon yang memenuhi kriteria, pasangan calon melakukan kampanye di area sekolah, sekaligus menyampaikan visi misinya.
“Ini tahun ke-2 kita mensosialisasikan kepada anak anak, baik di kelas maupun di upacara, juga sosialisasi kode kodenya setelah semua memahami baru dilaksanakan seperti hari ini (Senin — 18/02),” jelas Dadang.
Ia menambahkan, sistem E-Voting bisa juga dipakai dalam pemilu, kalau teknologi IT-nya sudah menyeluruh sampai masuk ke wilayah pedesaan, karena ini akan bisa menghemat biaya berapa kali lipat,
“Saya rasa jika pemilu di Indonesia menggunakan e-voting juga lebih efektif. Anggaran biayanya juga jauh lebih murah, dan ini bisa dijadikan salah satu percontohan nya,” kata Dadang.
Hasil dari pembelajaran itu ada beberapa poin. Pertama, kita harus gandrung terhadap perubahan, kedua menjadikan pendewasaan anak-anak dalam modernisasi teknologi digital, dan ketiga adalah penghematan terhadap biaya sekolah.
“Ini salah satu cara mengajarkan bahwa sebagaimana yang diinginkan oleh pemerintah dan negara, bahwa perbedaan itu adalah Indah. Jadi sudah terlatih anak-anak itu berbeda pendapat, sudah berlatih demokrasi secara sehat. Sehingga nanti, setelah mereka lulus dari SMK, mereka sudah terbiasa dan sudah membudaya juga membudayakan kepada masyarakat umum,” pungkas Dadang. (Yuyus)



.png)











