Kesehatan

KKN Tematik Uniga Ikuti Kegiatan Posyandu di Situsari

×

KKN Tematik Uniga Ikuti Kegiatan Posyandu di Situsari

Sebarkan artikel ini
Cek tensi darah, salah satu kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Uniga di Posyandu Situsari. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

GOSIPGARUT. ID — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 48 (Situsari 1) Universitas Garut 2019 mengikuti kegiatan Posyandu (pos pelayanan terpadu). Dilaksanakan pada Jumat lalu (18 /01/2019), bertempat di Posyandu Sedap Malam 4, Kampung Cigangsa, RT 03/RW 01, Desa Situsari, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut.

Salah seorang peserta KKN Alex yang juga mahasiswa Fikom semester V mengatakan, di Posyandu tersebut tampak tidak tersedia sarana dan prasarana seperti meja administrasi dan kursi untuk warga yang datang. Bukan hanya itu, jumlah kader yang mengurus keberjalanan Posyandu itu kurang.

“Kegiatan Posyandu tersebut tidak hanya untuk balita, namun kami juga membuka layanan untuk warga yang ingin cek kesehatanan tekanan darah,” kata dia, Jumat (25/1/2019).

Menimbang berat badan anak, juga kegiatan yang dilakukan mahasiswa KKN Uniga di Posyandu Situsari. (Foto: Yuyus YS/GosipGarut)

Alex menerangkan, kondisi Posyandu Sedap Malam 4, tidak terstruktur dengan rapi. Hal ini dapat terlihat dimulai dari administrasi dan pelayanaan. Namun pelayanan terhadap balita yang dilakukan oleh kader tersebut sudah cepat tanggap dalam melayani balita.

Baca Juga:   Gejala Leukemia Salah Satu Kata Kunci Paling Dicari di Mesin Pencari Google

“Dalam kegiatan ini kami juga turut membantu Kader Posyandu dalam mendata nama balita, nama orangtua, berat badan, dan usia balita tersebut. Selain terfokus pada balita, kegiatan posyandu itu juga melayani cek kehamilan pada ibu hamil serta cek keseshatan tekanan darah bagi warga setempat,” papar Alex.

Ia menerangkan, kegiatan Posyandu ini dibantu oleh perwakilan dari Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat), yakni Bidan Nia. Peralatan Posyandu yang dipakai seperti timbangan dacin, timbangan neraca, untuk mengukur berat badan disubsidi dari pemerintah.

Baca Juga:   Pemkab Garut Siapkan Anggaran Rp5,9 Miliar untuk PMT Balita Stunting

Adapun makanan untuk balita dan Ibu hamil disubsidi oleh Dinas Kesehatan. Kader Posyandu yang membantu dalam kegiatan tersebut berjumlah dua orang.

“Perhatian warga terhadap kegiatan Posyandu tersebut masih kurang karena kesibukan orang tua dengan pekerjaannya, sehingga cakupan balita yang datang pun belum memenuhi target,” kata salah satu kader Posyandu saat kegiatan berlangsung. (Yuyus YS)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *