GOSIPGARUT.ID — Enung tak sanggup menahan keharuannya saat berdiri di hadapan bangunan seluas beberapa meter persegi yang kini berdiri kokoh di Desa Girimukti, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut. Perempuan lansia berusia 60 tahun itu tak lagi harus menumpang buang hajat ke kebun atau membiarkan kabel listrik berseliweran liar yang membahayakan jiwanya. Rumah tidak layak huni (rutilahu) miliknya kini resmi bertransformasi menjadi hunian sehat.
Pembenahan rumah Enung yang rampung dalam kurun tiga minggu ini merupakan hasil pergerakan swadaya atau rereongan dari aparatur sipil negara (ASN) Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman bersama Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat dr. Raden Vini Adiani Dewi meninjau langsung hasil renovasi tersebut pada Senin, 7 September 2026.
Isu sanitasi dan keamanan bangunan menjadi fokus utama dalam proyek bedah rumah ini. Sebelum disulap, hunian Enung sama sekali tidak memiliki fasilitas buang air besar (MCK) mandiri dan mengandalkan sambungan listrik yang tak memenuhi standar keselamatan.
”Kami tidak hanya merenovasi fisik, tetapi juga memperluas bangunan hingga ke area belakang untuk dapur, membenahi instalasi listrik agar punya meteran sendiri, serta membangun MCK yang terhubung langsung dengan septic tank,” kata Vini saat memberikan penjelasan di lokasi.
Keberadaan septic tank menjadi aspek krusial. Selama ini, minimnya pembuangan limbah domestik terstandar di kawasan pelosok Garut kerap memicu risiko penyakit berbasis lingkungan. Pengolahan limbah yang memadai pada rumah Enung kini menjadi standar baru sanitasi bagi pemukiman sekitarnya.
Penataan hunian berbasis gotong royong ASN ini merupakan manifestasi dari instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengintervensi kemiskinan ekstrem melalui pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat menilai bahwa perbaikan kualitatif pada tempat tinggal berbanding lurus dengan peningkatan derajat kesehatan warga.
”Sekarang kebahagiaan Bu Enung lengkap karena punya rumah layak yang ada MCK-nya. Taraf hidup dan kesehatannya bisa meningkat, sehingga warga bisa lebih produktif,” ujar Herman.
Enung, yang kini tinggal bersama anak dan seorang cucunya, mengaku sangat terbantu dengan aksi cepat para pegawai Pemprov Jabar tersebut. “Saya sangat bahagia sampai tidak bisa berkata apa-apa lagi. Terima kasih untuk bapak dan ibu ASN yang sudah menyisihkan rezekinya,” tutur dia. ***



.png)











