GOSIPGARUT.ID — Pemkab Garut menyiapkan anggaran sebesar Rp5,9 miliar dari Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Garut TA2022 untuk pemberian makanan tambahan (PMT) bagi sekitar 8.000 balita stunting hasil penimbangan dan pengukuran selama Bulan Pencarian Stunting (BPS) pada Juni lalu.
Melalui program Temukan, Obati, Sayangi, balita Stunting (T.O.S.S), PMT diberikan kepada balita stunting selama 90 hari. Makanan tambahan diberikan kepada balita stunting sendiri berupa susu, telur, dan biskuit.
“Kita sudah menyiapkan dari APBD kurang lebih Rp5,9 miliar untuk membeli susu. Ini adalah susu khusus yang di rekomendasikan oleh Kementerian Kesehatan sebagai formula makan tambahan yang akan diberikan kepada anak-anak yang stunting. Dilakukan oleh Puskemas, dilakukan pemeriksaan. Ini ada juga telurnya yang diberikan. Juga ada biskuit,” tutur Bupati Rudy Gunawan.
Berdasarkan hasil peninjauannya, ia mengatakan, dari sebanyak 4.000 balita berusia nol sampai 59 bulan dilakukan penimbangan di Kecamatan Cisompet yang berpenduduk sekitar 70.000 jiwa itu, sebesar 4,5 persen atau 200 orang di antaranya mengalami stunting.
“Ayo kita sayangi mereka yang stunting supaya sumber daya manusia Kabupaten Garut hebat luar biasa. Generasi emas di 2045,” ujar Rudy.
Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut Tri Cahyo Nugroho mengatakan, pemberian PMT dilakukan tiga sampai enam bulan dengan diawasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) bentukan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPKBPPPA) Garut.
Pada 90 hari di awal pemberian PMT, lanjut Tri, balita stunting akan diberi telur sebanyak 30 butir serta susu PKMK (pangan olahan untuk keperluan medis khusus) 400 gram sebanyak tiga kotak.
Ditambahkan, guna mendukung kelancaran program PMT tersebut, Pemkab Garut juga akan menyiapkan sebanyak 20 unit sepeda motor dengan desain khusus. (IK)



.png)




















