Berita

Kadin Garut Khawatir Konflik Internal Ganggu Dunia Usaha, Rajab Prilyadi: Publik dan Perbankan Bisa Kehilangan Kepercayaan

×

Kadin Garut Khawatir Konflik Internal Ganggu Dunia Usaha, Rajab Prilyadi: Publik dan Perbankan Bisa Kehilangan Kepercayaan

Sebarkan artikel ini
Ketua Kadin Garut, H. Rajab Prilyadi.

GOSIPGARUT.ID — Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Garut, H. Rajab Prilyadi, mengingatkan bahwa konflik dan perpecahan di tubuh organisasi Kadin berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap iklim usaha di daerah. Selain menghambat program kerja organisasi, kondisi tersebut dinilai dapat menurunkan kepercayaan publik, pelaku usaha, hingga sektor perbankan.

Pernyataan itu disampaikan Rajab kepada wartawan di Garut, Jumat (12/6/2026). Menurut dia, Kadin memiliki fungsi strategis sebagai wadah para pengusaha dan investor yang berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja.

“Kadin ini kumpulan pengusaha dan investor. Bukan kumpulan pengusaha yang hanya mengharapkan proyek pemerintah. Tugas kami adalah menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan laju ekonomi,” kata Rajab.

Baca Juga:   Bupati Garut Malu Atas Keributan Antara Kadin dan SMKN 1, Apalagi Ada yang Bawa Senpi

Ia menilai, munculnya kubu-kubu dalam organisasi justru membuat energi pengurus tersita untuk persoalan internal, sehingga berbagai agenda yang seharusnya difokuskan pada pengembangan ekonomi menjadi terabaikan.

“Kalau terus berkutat pada kubu-kubuan seperti ini, kapan bekerjanya? Padahal Kadin harus menjadi motor penggerak ekonomi,” ujarnya.

Rajab menegaskan bahwa dampak yang paling dikhawatirkan bukan hanya terhadap organisasi, melainkan terhadap tingkat kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kredibilitas Kadin merupakan modal penting dalam menjalin kemitraan dengan berbagai pihak.

“Yang paling bahaya itu ketika kepercayaan publik berkurang,” katanya.

Selain itu, Rajab menyoroti potensi terganggunya hubungan antara pelaku usaha dengan lembaga keuangan. Sebagai organisasi yang menaungi pengusaha, Kadin selama ini memiliki keterkaitan erat dengan sektor perbankan dalam mendukung aktivitas bisnis dan investasi.

Baca Juga:   Camat Pasirwangi Gratiskan Tiket Wisata bagi Anak TK yang Bersedia Divaksin

“Kalau pihak perbankan sampai bertanya, ‘Kadin yang mana?’, itu menjadi persoalan. Karena dunia usaha membutuhkan kepastian dan kejelasan dalam menjalankan kerja sama,” ujar dia.

Rajab menjelaskan bahwa berbagai program yang dijalankan Kadin pada dasarnya harus selaras dengan agenda pembangunan pemerintah daerah. Namun, kondisi organisasi yang belum solid berpotensi menyulitkan koordinasi dan pelaksanaan program.

“Program Kadin harus berjalan seiring dengan program pemerintah daerah. Kalau pemerintah daerah sendiri bingung harus berkoordinasi dengan Kadin yang mana, tentu program-program itu akan terhambat,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Rajab juga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat membantu mencarikan solusi atas persoalan yang terjadi. Ia secara khusus meminta perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, untuk menjembatani penyelesaian konflik agar organisasi kembali fokus menjalankan fungsinya.

Baca Juga:   Lepas dari Buruh Tani, Warga Karangpawitan Menjadi Peternak

“Saya berharap Pak Gubernur bisa membantu menjembatani persoalan ini agar segera selesai. Beliau dikenal mampu menyelesaikan berbagai persoalan dengan cepat dan tepat,” ucap Rajab.

Menurut dia, penyelesaian konflik internal menjadi langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik dan memastikan Kadin kembali berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kalau persoalan ini bisa diselesaikan, kami bisa kembali fokus bekerja untuk kepentingan dunia usaha dan masyarakat,” tutup Rajab. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *