GOSIPGARUT.ID — Aksi nekat seorang pemuda berusia 25 tahun yang hendak mengakhiri hidupnya di Jembatan Sungai Cimanuk, kawasan Copong, Kecamatan Garut Kota, berhasil digagalkan pada Jumat malam, 18 September 2026. Bujukan halus personel Satuan Lalu Lintas Polres Garut membalikkan keadaan dramatis di atas jembatan tersebut sebelum berujung tragedi.
Insiden bermula saat warga kawasan Copong gempar melihat seorang pemuda tak dikenal berdiri di tepi jembatan dan bersiap melompat ke derasnya aliran Cimanuk. Beruntung, saat kepanikan warga memuncak, tim Patroli Satlantas Polres Garut melintas di lokasi. Warga langsung mencegat mobil patroli untuk meminta pertolongan darurat.
Mendapat laporan mendesak, Kepala Unit Turjawali Satlantas Polres Garut, Inspektur Dua M. Adi Kurniawan, bergerak mendekati posisi korban. Petugas memilih menahan diri dari tindakan fisik yang berisiko memicu respons impulsif korban, lalu mengambil langkah persuasif dengan membangun komunikasi intensif.
“Kami berupaya melakukan pendekatan secara humanis dan mengajak yang bersangkutan berkomunikasi,” kata Ipda M. Adi Kurniawan saat dikonfirmasi, Sabtu, 19 September 2026.
“Alhamdulillah, setelah diberikan pemahaman dan ditenangkan, yang bersangkutan bersedia dievakuasi dari lokasi,” sambungnya.
Setelah dialog menegangkan selama beberapa saat, pemuda tersebut akhirnya luluh dan bersedia turun dari pagar jembatan dalam kondisi selamat tanpa cedera. Petugas segera membawanya ke Mapolres Garut untuk mengamankan psikologisnya sekaligus melacak keberadaan pihak keluarga.
Identitas pemuda tersebut masih misterius. Warga sekitar kawasan Copong mengaku tidak pernah melihat keberadaan korban sebelum insiden terjadi. Yudi, salah satu saksi mata di lokasi, menyebut korban sempat mengutarakan niatnya untuk melompat akibat terimpit masalah pribadi.
“Sempat bilang mau melompat ke sungai. Kabarnya ada masalah pribadi dengan teman perempuannya,” ujar Yudi.
Meski isu asmara berembus di lokasi kejadian, polisi menegaskan belum memastikan motif utama di balik aksi nekat tersebut. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap warga yang menunjukkan gejala tekanan mental dan segera melapor jika menemukan situasi darurat serupa di ruang publik. ***



.png)











