GOSIPGARUT.ID — Pengurus Cabang Olahraga Tarung Derajat Kabupaten Garut menerjunkan 17 atlet terbaiknya untuk berlaga dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 di Bogor. Tim pelatih mematok target mempertahankan tradisi medali dan menjaga dominasi kontingen Garut di ajang empat tahunan tersebut.
Para atlet akan bertarung di 17 nomor pertandingan yang diperebutkan. Rinciannya meliputi lima atlet di nomor putri, enam atlet di nomor putra, serta lima atlet pada nomor seni gerak. Pertandingan dijadwalkan berlangsung mulai 15 November 2026.
Pelatih Utama Tarung Derajat Kabupaten Garut, Dian Hadianto, menyatakan seluruh kontingen saat ini fokus menjalani fase pematangan taktik dan fisik. Rekam jejak manis pada edisi sebelumnya—dengan raihan lima emas, dua perak, dan tiga perunggu—menjadi modal psikologis sekaligus pemacu motivasi skuadnya.
“Persiapan terus kami matangkan. Mudah-mudahan diberikan kemudahan dan kelancaran serta meraih hasil terbaik untuk Kabupaten Garut,” kata pria yang akrab disapa Kang Dian itu saat ditemui di Sekretariat Tarung Derajat Garut, Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis, 17 September 2026.
Menjelang keberangkatan ke Bogor sekitar satu setengah bulan lagi, peta persaingan diprediksi berlangsung sengit. Kehadiran kontingen tuan rumah menjadi salah satu faktor utama yang diantisipasi tim pelatih. Namun, Dian menegaskan jajarannya enggan terdistraksi oleh tekanan di luar arena.
Isu efisiensi anggaran daerah yang sempat mengintai persiapan cabang olahraga juga tak luput dari perhatian. Dian mengakui kebijakan pembatasan anggaran sedikit banyak memengaruhi dinamika latihan. Meski demikian, ia menginstruksikan para atlet agar tidak membiarkan kendala logistik mengikis mental bertanding.
“Efisiensi anggaran tentu ada pengaruhnya. Tapi saya tekankan ke atlet untuk tetap fokus dan jangan terpengaruh. Kita buktikan di gelanggang bahwa kita siap membawa pulang medali,” ujar Dian menegaskan.
Memasuki fase akhir persiapan, porsi latihan mulai dialihkan ke peningkatan kemampuan spesifik pertandingan. Tim pelatih menurunkan intensitas latihan fisik umum dan beralih menggembleng daya tahan anaerobik guna menjaga ketahanan stamina atlet di tiap ronde.
Dengan sisa waktu yang ada, fokus utama jajaran pelatih adalah menjaga kebugaran serta menghindari risiko cedera. Tarung Derajat Garut bertekad membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk merawat tradisi juara. (Yuyus)



.png)









