Berita

Sempat Tertunda Kasus Izin, 152 Lulusan STIKes YPSDMI Garut Akhirnya Diwisuda

×

Sempat Tertunda Kasus Izin, 152 Lulusan STIKes YPSDMI Garut Akhirnya Diwisuda

Sebarkan artikel ini
Sempat tertunda kasus izin, 152 lulusan STIKes YPSDMI Garut akhirnya diwisuda.

GOSIPGARUT.ID — Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) YPSDMI Garut meluluskan 152 mahasiswa dari dua program studi, Kebidanan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat. Rangkaian prosesi wisuda digelar di Fave Hotel, Jalan Cimanuk, Garut, Sabtu, 19 September 2026. Momentum ini sekaligus mengakhiri polemik penundaan kelulusan angkatan 2023 yang sempat memicu sorotan di media sosial.

​Acara wisuda berlangsung khidmat dan diwarnai suasana haru para lulusan beserta keluarga yang mendampingi. Kebahagiaan terpancar saat para wisudawan mengenakan toga usai merampungkan masa studi mereka di institusi pendidikan kesehatan tersebut.

​Ketua STIKes YPSDMI Garut, Elin Muhtar, meluruskan kabar mengenai keterlambatan wisuda yang berembus di publik. Ia menegaskan bahwa skema wisuda di kampusnya memang dijadwalkan secara periodik setiap dua tahun sekali.

Baca Juga:   Rapat Penataan PKL Bunderan Suci: Bupati Garut Terpikir Usulan Siswi SD, Wakil Bupati Ingatkan Risiko Polemik

​”Wisuda memang dilakukan setiap dua tahun sekali. Jadi, tidak ada istilah telat wisuda,” kata Elin saat ditemui usai prosesi kelulusan.

​Meski demikian, Elin tak menampik adanya kendala administratif pada masa lalu. Ia mengakui sempat ada persoalan perizinan pada Program Studi Ilmu Kesehatan. Masalah tersebut berimbas langsung pada tertundanya prosesi kelulusan bagi mahasiswa angkatan 2023.

​Namun, ia memastikan seluruh hambatan legalitas dan administrasi telah dituntaskan sepenuhnya sebelum prosesi wisuda hari ini digelar.

​”Yang angkatan 2023 itu karena soal izin di Prodi Ilmu Kesehatan. Sekarang persoalan tersebut sudah selesai, dan angkatan 2023 yang sempat ramai di media sosial karena tertunda wisudanya, hari ini sudah diselesaikan semuanya,” ujar Elin menegaskan.

Baca Juga:   Setelah Tertunda, Minggu Ini Komisioner KPU Garut 2019-2024 Dilantik

​Selain faktor perizinan prodi, pertimbangan efisiensi dan kuota lulusan menjadi alasan utama manajemen kampus menerapkan kebijakan wisuda dua tahunan. Menurut Elin, jumlah lulusan per angkatan sering kali tidak memenuhi ambang batas ideal untuk menyelenggarakan seremonial secara mandiri setiap tahun.

​”Kalau wisudawan tiap angkatan sedikit, misalnya 30 orang, mereka tidak mungkin hanya segitu yang diwisuda. Jadi, harus menunggu kawan-kawan lainnya agar jumlahnya lebih banyak,” tuturnya.

Baca Juga:   Kunjungi Penyandang Disabilitas di Cibiuk, Yudha Puja Turnawan Ajak Semua Pihak Wujudkan Kesetaraan

​Pelaksanaan wisuda kali ini menjadi titik balik penting bagi manajemen STIKes YPSDMI Garut dalam menjawab keresahan mahasiswa dan orang tua. Penyelesaian izin prodi serta kepastian status kelulusan dinilai berhasil mengembalikan kepercayaan para pemangku kepentingan.

​Usai seremoni formal, ratusan lulusan memanfaatkan momentum tersebut untuk berswafoto dan merayakan kelulusan bersama keluarga serta rekan sejawat. Penuntasan masalah administrasi ini membawa kelegaan tersendiri bagi para orang tua yang telah mengawal perjalanan akademik anak-anak mereka hingga tuntas. (Yuyus)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *