GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten Garut menyepakati skema perbaikan total ruas jalan Banjarwangi–Singajaya hingga Peundeuy usai menggelar pertemuan teknis dengan perwakilan masyarakat yang tergabung dalam Barisan Rakyat Banjarwangi-Singajaya-Peundeuy (Bara BSP). Kerusakan di jalur vital selatan Garut tersebut bakal ditangani menggunakan kombinasi pendanaan IGD dan APBD Kabupaten Garut.
Langkah ini diambil setelah desakan warga soal kondisi infrastruktur di kawasan tersebut kian menguat. Pemerintah setempat berjanji pengerjaan fisik di lapangan akan segera bergulir mulai akhir September hingga Oktober mendatang.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Garut, Agus Ismail, menegaskan seluruh aspirasi warga telah ditindaklanjuti secara teknis. ”Insya Allah akan kita laksanakan penanganan, baik melalui pendanaan IGD maupun pendanaan dari APBD,” ujarnya.
Untuk pengerjaan yang bersumber dari IGD, Pemkab Garut menargetkan perbaikan tuntas pada akhir September. Saat ini, dinas terkait masih menunggu penetapan serta persetujuan administratif yang dijadwalkan selesai pada 26 September.
Adapun pengerjaan skala besar disokong oleh alokasi APBD Kabupaten Garut dengan nilai mencapai Rp42 miliar. Anggaran jumbo ini disiapkan khusus untuk pembetonan dan pengaspalan ulang menggunakan metode hotmix.
”Yang kita lakukan kan dengan pekerjaan hotmix, itu sudah fix Rp42 miliar. Sudah proses,” tutur Agus.
Agus menjelaskan, pengerjaan proyek hotmix dari APBD ditargetkan masuk tahap realisasi pada Oktober, segera setelah proses evaluasi dari Gubernur Jawa Barat serta perapian administrasi rampung.
Pertemuan teknis tersebut juga menghasilkan kesepakatan krusial terkait pengawasan proyek. Bara BSP menyatakan bakal menerjunkan tim independen dari unsur warga untuk memantau langsung pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.
Pemkab Garut menyambut terbuka skema partisipasi publik ini. Kehadiran warga sebagai pengawas dinilai penting untuk mencegah potensi kecurangan serta memastikan ketebalan maupun kualitas aspal sesuai dengan spesifikasi teknis.
”Nanti mereka menyampaikan terkait teknis lapangan, menyesuaikan sesuai dengan teknis dan prosedural saja. Katanya mereka mau menjadi petugas mengawasi. Fungsi pengawasan, kontrol saja. Masyarakat juga sama-sama bagaimana pokoknya bisa berhasil dengan baik,” kata Agus.
Ruas jalan Banjarwangi–Singajaya–Peundeuy merupakan urat nadi ekonomi warga di wilayah Garut Selatan. Pelibatan masyarakat secara langsung diharapkan mampu menjamin pengerjaan proyek tepat waktu, tepat mutu, dan tidak asal jadi. (Yuyus)



.png)











