GOSIPGARUT.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut bekerja sama dengan pihak swasta mengoptimalkan sub terminal agribisnis untuk mempermudah petani memasarkan hasil pertaniannya.
“Sekarang kami sedang merevitalisasi bekerja sama dengan pihak ketiga, ini terkait dengan peningkatan fungsi sub terminal,” kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut Beni Yoga, Kamis (16/6/2022).
Ia menuturkan Kabupaten Garut merupakan kawasan agraris yang memiliki banyak potensi komoditas seperti sayuran, maupun jenis pangan lainnya dan mampu memenuhi kebutuhan pasar lokal, kota besar, bahkan luar pulau.
Upaya memudahkan proses pendistribusian hasil pertanian itu, kata Beni, dibutuhkan sub terminal agribisnis sehingga petani mudah menjual produknya, dan jelas pembayaran, serta pendistribusiannya.
“Sub terminal itu salah satunya distribusi antarpulau, ke pasar induk, dengan ekspor kami akan coba,” ujarnya.
Beni menyebutkan Kabupaten Garut baru memiliki tiga sub terminal agribisnis yakni di Kecamatan Bayongbong, kemudian di Cikajang, dan milik koperasi di selatan Garut.
Namun yang akan direvitalisasi oleh Pemkab Garut, kata dia, adalah Sub Terminal Agribisnis Bayongbong, yang nanti dalam revitalisasi dan fungsinya akan dikerjasamakan dengan pihak ketiga selama 15 tahun.
“Jadi pihak ketiga yang merevitalisasi kami kontrak kerja sama selama 15 tahun, nanti kami kerja sama dengan pihak ketiga dengan pengelola,” kata Beni.
Ia menjelaskan, setelah Sub Terminal Bayongbong itu berjalan, akses pemasaran akan lebih mudah dan juga pembayarannya karena akan melibatkan perbankan di tempat tersebut.
“Terutama di pola pembayaran kami harapkan pola pembayaran karena ada bank kecil, di sana bisa pembayaran timbang bayar, masuk timbang, tinggal bayar,” tutup Beni. (Ant)



.png)












