GOSIPGARUT.ID — Posisi Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Garut yang masih tertahan di papan bawah Jawa Barat memicu dorongan perubahan strategi pembenahan dari parlemen. Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah menilai penanganan sektor pendidikan—sebagai salah satu pilar utama pembentuk IPM selain kesehatan dan ekonomi—tidak bisa lagi hanya bergantung pada bantuan fisik dan hibah siswa.
Untuk perencanaan program 2027, fokus intervensi akan diperluas ke ranah peningkatan kapasitas tenaga pendidik dan penguatan pendidikan nonformal. Langkah ini diambil untuk mengejar ketertinggalan kualitas sumber daya manusia di daerah tersebut.
”Pendidikan ini menjadi sentra yang cukup menentukan dalam konteks pembangunan IPM di Kabupaten Garut,” ujar Ferdiansyah kepada wartawan, Minggu, 20 September 2026.
Politikus kawakan tersebut menjelaskan, skema program mendatang akan didominasi oleh bimbingan teknis, pembenahan manajemen sekolah, serta pelatihan keterampilan masyarakat. Pendekatan ini dirancang untuk melengkapi program bantuan tunai seperti Program Indonesia Pintar (PIP) yang selama ini berjalan.
”Jadi tidak hanya yang sifatnya fisik dan pada siswa saja. Ada manajemen persekolahan, ada juga mengenai pendidikan yang sifatnya nonformal, yaitu kursus dan pelatihan,” kata Ferdiansyah.
Di tengah tingginya sorotan publik terhadap efektivitas dan transparansi penyaluran dana aspirasi pendidikan di berbagai daerah, pelaksanaan program bantuan di Garut diklaim relatif minim gejolak. Menanggapi hal tersebut, Ferdiansyah memilih enggan berelaborasi soal publikasi program dan menekankan keberlanjutan dampak nyata di lapangan.
”Karakter saya berbuat saja lah, tidak usah diwara-wara banget. Yang penting rakyat Garut merasakan kehadiran saya dan membuat kemanjuran,” tuturnya.
Namun, upaya mendongkrak IPM Garut dipastikan menghadapi tantangan berat jika hanya mengandalkan program aspirasi DPR. Keberhasilan pengentasan ketertinggalan ini tetap bergantung pada efektivitas alokasi anggaran daerah, pengawasan penyaluran bantuan agar bebas dari penyelewengan, serta keterlibatan aktif masyarakat lokal.
”Tolong bantu saya dalam melakukan perbuatan yang baik,” ujar Ferdiansyah menutup keterangannya dalam bahasa Sunda. ***



.png)










