GOSIPGARUT.ID — Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Kabupaten Garut yang digelar di Hotel Santika, Garut, Minggu, 20 September 2026 lalu, menjadi panggung pembuktian bagi Abdusy Syakur Amin.
Orang nomor satu di Pemkab Garut ini resmi melenggang menjadi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Garut, sekaligus mematahkan mitos politik daerah yang selama ini membayangi para kepala daerah setempat.
Kemenangan Syakur memutus tren negatif dua bupati terdahulu yang selalu kandas saat mencoba menduduki kursi nomor satu partai berlambang beringin tersebut. Keberhasilan ini otomatis mengubah konstelasi politik Garut secara dramatis, mengingat Golkar kini memegang kendali ganda atas tampuk kepemimpinan eksekutif dan legislatif.
Langkah Syakur yang dinilai mulus bak jalan tol melintasi arena Musda tak lepas dari strategi konsolidasi internal. Dalam wawancara usai penetapan, Syakur menegaskan keberhasilannya merupakan buah dari kolaborasi lintas faksi di tubuh Golkar, bukan dominasi personal.
”Ini sebenarnya tidak lepas dari dukungan dan saling membantu dari semua kader Golkar tentunya. Semoga ini jadi modal untuk ke depan,” ujar Syakur.
Syakur juga menepis anggapan bahwa keterpilihannya tanpa dinamika. Menurutnya, proses pengerahan dukungan membutuhkan pendekatan terukur untuk merangkul pihak-pihak yang semula berjarak.
”Prosesnya juga ada usahanya karena kolaborasi semua pihak. Saya menghargai dukungan dari semua pihak. Teman-teman yang dulunya mungkin punya perspektif beda, sekarang semua gabung untuk kemajuan,” katanya menambahkan.
Penguasaan ganda atas eksekutif dan legislatif oleh satu figur dan partai diprediksi mempercepat pengambilan keputusan strategis di Kabupaten Garut. Di sisi lain, peta baru ini menempatkan Golkar pada posisi krusial dalam menentukan arah kebijakan publik maupun persiapan mesin politik menghadapi kontestasi mendatang. ***



.png)

















