Budaya

Jika Sekolah di Garut Kembali Beraktivitas, Setiap Kelas akan Dibatasi Jumlah Siswanya

×

Jika Sekolah di Garut Kembali Beraktivitas, Setiap Kelas akan Dibatasi Jumlah Siswanya

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI -- Siswa belajar di kelas dengan menerapkan protokol kesehatan.

GOSIPGARUT.ID — Sekolah di Kabupaten Garut dipersiapkan untuk kembali dibuka dengan penerapan new normal. Jika kembali beraktivitas, setiap kelas akan dibatasi jumlah siswanya.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, mengatakan, pembukaan sekolah masih menunggu intruksi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Saat nantinya boleh kembali dibuka, sekolah akan menerapkan aturan new normal.

“Kami buat beberapa langkah antisipatif untuk sekolah jika sudah dibuka. Nanti kami akan bagi mana sekolah yang boleh langsung dan yang virtual, atau menerapkan keduanya,” kata dia, Rabu (27/5/2020).

Baca Juga:   New Normal, Disbudpar Garut Siapkan Protokol Kesehatan di Tempat Wisata

Helmi belum bisa memastikan waktu pembukaan kembali sekolah. Pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan kesiapan sekolah. “Anak-anak sekolah harus pakai masker. Di sekolah juga harus ada tempat cuci tangan,” ujarnya.

Selain itu, setiap kelas hanya akan menampung setengah dari jumlah siswa. Hal itu untuk menerapkan physical distancing bagi siswa. Jam belajar pun kemungkinan akan berkurang.

Baca Juga:   SDN Sukasono 3 Diproyeksikan Jadi Sekolah Percontohan Ber-Standar AKB

“Yang daya tampung asalnya 28, jadi setengahnya. Sedang disiapkan aturannya,” kata Helmi. Terkait fasilitas cuci tangan di sekolah, diakuinya belum semua sekolah memiliki. Hal itu jadi masalah yang dipikirkan oleh pihaknya.

“Itu masalahnya sekarang. Banyak sekolah yang tak punya fasilitas. Dari BTT akan disiapkan untuk fasilitas cuci tangan. Bisa pakai dana BOS juga,” ujarnya. (Trbn)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *