Kesehatan

Sambut HKN ke-55, Puskesmas Cisewu Gelar Lomba Penyuluhan Stunting

×

Sambut HKN ke-55, Puskesmas Cisewu Gelar Lomba Penyuluhan Stunting

Sebarkan artikel ini
Para peserta lomba penyuluhan stunting dan senam germas kader posyandu di Kecamatab Cisewu. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Menyambut Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55 yang akan diperingati pada tanggal 12 November mendatang, Puskesmas Cisewu menggelar lomba penyuluhan stunting yang pesertanya diikuti oleh para kader posyandu dari sembilan desa di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.

Lomba tersebut berlangsung di gedung serbaguna Desa Cisewu, Kamis (7/11/2019). Selain lomba penyuluhan stunting, juga digelar lomba senam germas yang diikuti pula oleh para kader posyandu.

“Pelaksanaan kedua lomba ini hanya digelar satu hari. Setelah usai perlombaan, hari itu juga langsung dilakukan penyerahan hadiah dan penghargaan kepada peserta yang keluar sebagai juara,” kata Andi Ajis, salah seorang unsur panitia penyelenggara.

Baca Juga:   Sejak Awal 2020, Warga Kampung Pasirmalang Garut Derita Chikungunya

Ia menambahkan, peserta yang keluar sebagai juara lomba penyuluhan stunting, adalah: juara I Rasmayanti (Desa Pamalayan), juara II Leni Rohaeni (Desa Karangsewu), juara III Erni Ristini (Desa Sukajaya), dan juara favorit adalah Maryamah (Desa Cikarang).

Tim lomba senam germas antat kader posyandu di Kecamatab Cisewu. (Foto: Istimewa)

“Sementara juara lomba senam germas, kesatu dimenangkan oleh tim dari Desa Panggalih, kedua tim Desa Pamalayan, ketiga tim Desa Cisewu, dan juara favorit dimenangkan oleh tim Desa Sukajaya,” ujar Andi Ajis yang didampingi unsur panitia lainnya Cecep Sudrajat.

Baca Juga:   Satu Ambulans Puskesmas Cisewu Mogok, Pengantaran Pasien Nyaris Terganggu

Ia juga menjelaskan, dalam lomba senam germas juga dipilih katagori peserta terheboh yang juaranya dimenangkan oleh Riska Seli.

Sementara Kepala Puskesmas Cisewu, Atep Cahya, mengatakan dipilihnya tema stunting dalam lomba penyuluhan antar kader posyandu tersebut lantaran kasus stunting merupakan kasus yang tengah jadi perhatian semua pihak.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Garut punya pekerjaan rumah besar. Pemkab tengah mengupayakan untuk menurunkan angka stunting atau gagal tumbuh anak usia 0 hingga 5 tahun di kabupaten ini.


Tim lomba senam germas antat kader posyandu di Kecamatab Cisewu. (Foto: Istimewa)

Data yang dihimpun, di Kabupaten Garut terdapat 10 desa yang menjadi penyumbang stunting. Dengan fakta itu, Garut masuk dua besar kasus stunting di Jawa Barat.

Baca Juga:   32 Ribu Balita di Garut Alami Gizi Buruk, Terbanyak di Garut Kota, Limbangan, dan Wanaraja

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menuturkan, sejak 2017 Pemerintah Kabupaten Garut sudah melakukan pelbagai upaya untuk menurunkan angka stunting. Khususnya di 10 desa yang menjadi penyumbang. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *