GOSIPGARUT.ID — Upaya Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Kecamatan Cisewu, dr. Defri Hardeni, dalam mengurus proses pengobatan seorang pejuang sampah yang menderita patah tulang akibat mengalami kecelakaan lalu lintas satu tahun lalu, diapresiasi warga.
Dokter asal Aceh ini dinilai sejumlah warga Cisewu sebagai penyambung semangat ketika Mang Acep (43), pejuang lingkungan yang setiap harinya bertugas memungut dan membersihkan sampah di kawasan Cisewu, nyaris putus asa oleh penyakit yang dideritanya belum kunjung sembuh.
“Saya selaku Ketua RW 07 Kampung Cisaninten menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bapak Kepala UPT Puskesmas Cisewu atas kepeduliannya membantu masyarakat kami untuk kembali sembuh dari patah tulang yang dideritanya. Semoga Alloh SWT membalas segala kebaikannya,” kata Asep Sujardi, Ketua RW 07 Desa Cisewu, tempat Mang Acep tinggal.
Menurut dia, dr. Defri Hardeni, termasuk pejabat yang peduli akan penderitaan masyarakat kecil. Meski baru beberapa bulan dia bertugas menjadi Kepala UPT Puskesmas Cisewu, tetapi perhatiannya kepada masyarakat kecil sudah ditunjukan begitu besar. Salah satunya yaitu membantu proses pengobatan patah tulang Mang Acep ke rumah sakit besar.
Sementara itu, Mang Acep, yang mendapat bantuan pengobatan dari dokter terbaik Uninus Medan itu merasa bersyukur karena telah dibantu oleh Kepala UPT Puskesmas Cisewu bersama jajaran medis lainnya sehingga patah tulang yang dideritanya mencapai kesembuhan.

“Saya juga berterima kasih kepada dr. Defri Hardeni, tim medis, dan seluruh masyarakat Cisewu yang telah memberikan bantuan kepada saya. Mereka telah menyelamatkan hidup saya dan membuat saya dapat berjalan kembali. Saya akan selalu menghargai dan mengingat bantuan mereka,” ucapnya.
Untuk diketahui, pejuang sampah di Cisewu bernama Mang Acep mengalami kecelakaan tertabrak sepeda motor pada 1 Juni 2022, saat dirinya sedang melakukan kegiatan pengakutan sampah di Kampung Cikuning, Desa, Cisewu Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut.
Malang tak bisa ditolak, akibat peristiwa tersebut Mang Acep mengalami luka parah di bagian kepala dan patah tulang pada kaki kirinya.
Setelah setahun lamanya Mang Acep menderita sakit dengan kondisi yang sangat memprihatinkan, dr. Defri Hardeni segera mengambil inisiatif untuk mengurus semua prosedur dan persiapan yang diperlukan untuk operasi patah tulang tersebut. Ia memastikan bahwa pasien mendapatkan penanganan terbaik dengan melakukan koordinasi efektif antara tim medis dan rumah sakit.
Puskesmas setempat bekerja sama dengan Rumah Sakit Dr. Slamet Garut dan Rumah Sakit Santosa Central Bandung, akhirnya menyediakan fasilitas dan tenaga medis yang diperlukan untuk operasi patah tulang Mang Acep. Operasi berlangsung sukses, dan pascaoperasi Mang Acep diberikan perawatan lanjutan agar pulih sepenuhnya.
Kepala UPT Puskesmas Cisewu, dr. Defri Hardeni, mengatakan bahwa setiap pasien memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perawatan medis yang berkualitas, tanpa memandang latar belakang atau status sosial.
“Kami berkomitmen untuk memberikan layanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh warga, termasuk para pejuang sampah yang berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan,” tandasnya. ***



.png)










