GOSIPGARUT.ID — Pelayanan di Puskesmas Cisewu, Kabupaten Garut, sempat terganggu pada Jumat (24/10/2025) setelah dua dari tiga dokter di fasilitas kesehatan tersebut diketahui tidak masuk kerja. Kondisi itu membuat sejumlah pasien kebingungan, terutama mereka yang membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan (rumah sakit).
Menurut informasi dari staf Puskesmas Cisewu, kedua dokter yang tidak hadir tengah berada di luar daerah untuk urusan dinas. Salah satunya mengikuti kegiatan di Dinas Kesehatan Garut, sementara seorang lainnya sedang mengikuti pelatihan hingga Sabtu (25/10/2025).
“Dokter yang ada hanya dokter gigi,” ujar salah satu staf Puskesmas Cisewu, Jumat (24/10/2025).
Absennya dua dokter umum itu membuat pelayanan medis menjadi terbatas. Salah satu kasus terjadi pada seorang pasien yang mengalami gangguan pernapasan dan membutuhkan rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan. Namun, proses tersebut sempat tersendat karena sesuai prosedur, pemeriksaan awal harus dilakukan oleh dokter umum terlebih dahulu.
“Yang ada hanya dokter gigi, sementara untuk pemeriksaan pasien seperti itu kan tidak nyambung,” kata seorang keluarga pasien.
Sementara salah seorang perawat Puskesmas Cisewu, Andi Azis, menjelaskan, dalam situasi darurat seperti ini, pihak puskesmas menerapkan sistem pendelegasian wewenang dari dokter kepada perawat. Dengan begitu, pelayanan kepada pasien tetap bisa berjalan, meski tanpa kehadiran dokter umum di tempat.
“Untuk pasien tetap dalam kondisi aman walau dokter tidak ada. Kami terus berkonsultasi dengan dokter lewat komunikasi internal. Sementara kebutuhan rujukan tetap bisa diproses karena cap dan tanda tangan dokter sudah tersedia di aplikasi,” jelasnya.
Meski sistem digital membantu meminimalkan gangguan, ketiadaan dokter umum di puskesmas tetap menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga. Banyak yang berharap ke depan, penjadwalan tugas tenaga medis dapat diatur lebih baik agar pelayanan dasar kesehatan masyarakat tidak terhambat. ***

.png)











