Berita

Bendungan Meuteu di Garut Tak Berfungsi Sejak 2002

×

Bendungan Meuteu di Garut Tak Berfungsi Sejak 2002

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Garut Helmi Budiman meninjau kawasan Bendungan Meuteu di Kecamatan Ciurupan, Kabupaten Garut, Selasa (09/04/2019). (Dokumen Diskominfo Garut)

GOSIPGARUT.ID — Pemkab Garut segera memperbaiki Bendungan Meuteu berikut irigasinya di Kecamatan Ciurupan, Kabupaten Garut, karena tidak dapat berfungsi mengairi areal pertanian produktif di daerah sekitarnya akibat sejak bencana letusan Gunung Papandayan tahun 2002.

“Saya ingin bendungan ini kembali berfungsi yang tadinya lahan gambut tidak bisa dipakai bercocok tanam kembali berfungsi menjadi lahan yang produktif,” kata Wakil Bupati Garut Helmi Budiman usai meninjau kondisi bendungan di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan.

Ia menuturkan, bendungan dan irigasi di Desa Sirnajaya itu sudah hampir 17 tahun tidak berfungsi untuk mengairi areal pertanian di Desa Sirnajaya, Desa Tambakbaya, Desa Balewangi, dan Kertawangi.

Baca Juga:   Pastikan Dampak Hilirisasi, MIND ID Perkuat SDM Daerah Lebih Unggul

Bendungan itu, lanjut Helmi, tidak dapat berfungsi karena kondisinya rusak setelah bencana letusan Gunung Papandayan tahun 2002 dan juga tergerus oleh longsoran tanah.

Selain merusak bendungan, kata dia, beberapa saluran irigasi juga rusak sehingga butuh perbaikan agar pertanian di empat desa itu tetap produktif.

“Saluran irigasinya sempat terputus lantaran bencana alam,” ujar Helmi.

Baca Juga:   Pemkab Garut Biayai Perawatan Korban Kecalakaan Truk di Karangpawitan

Ia menyampaikan, pemerintah daerah siap mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk memperbaiki bendungan dan ratusan irigasi di sejumlah daerah di Garut.

“Ada sekitar ratusan saluran irigasi yang bakal dibangun tahun 2020 ini, termasuk saluran irigasi Bendungan Mueuteu,” kata Wabup.

Ia berharap, pembangunan proyek infrastruktur seperti saluran irigasi dan bendungan itu dapat mendukung dan meningkatkan produktivitas pertanian di Garut.

Baca Juga:   Resahkan Warga, Warung Mie Rebus dan Kopi di Tarogong Kidul Ternyata Menjual Tuak juga

Pemkab Garut, lanjut Helmi, siap mendukung swasembada pangan dengan meningkatkan produktivitas di daerah sentra pertanian salah satunya di Kecamatan Cisurupan.

“Langkah tersebut sejalan dengan upaya khusus untuk mencapai swasembada pangan,” katanya. (Ant/Fj)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *