Berita

Warga Adat Kampung Pulo di Garut Tak Mengenal Para Caleg

×

Warga Adat Kampung Pulo di Garut Tak Mengenal Para Caleg

Sebarkan artikel ini
Sesepuh Kampung Pulo, Cucu Suparman (67) memberikan sambutan saat sosialisasi Pemilu 2019 di lingkungan Candi Cangkuang, Kabupaten Garut. (Foto: Antara)

GOSIPGARUT.ID — Warga adat Kampung Pulo di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, mengaku tak kenal dengan para calon legislatif (caleg) peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sehingga tidak tahu harus memilih siapa saat pelaksanaan pencoblosan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019.

“Tahunya hanya di gambar (alat peraga kampanye),” kata Sesepuh Kampung Pulo, Cucu Suparman (67) usai mengikuti sosialisasi Pemilu 2019 di lingkungan Candi Cangkuang, Garut, belum lama ini.

Ia menuturkan, warga adat Kampung Pulo yang dikenal dengan selalu menjaga adat dan tradisi leluhur itu sudah mengetahui adanya pemilihan legislatif, DPD, dan presiden.

Baca Juga:   Bocah Penderita Labioplatoschizis dan Anophthalmia di Pamulihan Segera Jalani Operasi

Namun khusus pemilihan caleg, kata Cucu, banyak warga Kampung Pulo hanya tahu orangnya melalui media gambar yang terpasang di jalanan, maupun warung dan rumah sekitar kampung.

“Sekarang kan gambarnya ada, tapi orangnya tidak tahu, tidak ada,” ujar dia.

Menurut Cucu, para caleg tersebut sebaiknya tidak hanya mengenalkan melalui gambar, tetapi bisa bertemu langsung dengan masyarakat, kemudian menyampaikan visi misinya dalam membangun bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, sosialisasi tentang pemilu itu, kata dia, penting dilaksanakan kepada masyarakat adat, khususnya untuk pemilihan legislatif yang pesertanya banyak dan tidak ada gambar orang pada surat suaranya.

Baca Juga:   Delapan Warga yang Tersesat di Kawah Talaga Bodas dan Puncak Sagara Berhasil Dievakuasi

“Di surat suara caleg tidak ada foto, bisa jadi nanti saat nyoblos tadinya mau nyoblos yang sesuai gambar di iklan malah nyoblos yang lain,” kata Cucu.

Namun khusus surat suara DPD dan pemilihan presiden wakil presiden, kata dia, tidak terlalu sulit, karena ada gambar dan calonnya tidak terlalu banyak seperti pemilihan legislatif.

“Kalau yang presiden mudah cuma dua pasangan,” ujar Cucu.

Baca Juga:   Dari Garut, Doa Polisi Menggema untuk Ojol Korban Unjukrasa Jakarta

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Garut Junaidin Basri membenarkan, surat suara pemilihan legislatif tidak disertai gambar sehingga akan membingungkan masyarakat saat di TPS.

Namun persoalan itu, kata dia, sudah menjadi perhatian petugas KPU hingga tingkat TPS untuk mensosialisasikan tata cara pemilihan agar dilaksanakan dengan benar dan sah.

“Ya kita akan terus sosialisasikan agar masyarakat tidak bingung cara memilihnya,” kata Junaidin. (Ant/Fj)

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *