Berita

Bupati Garut: Banjir Cigedug Diduga Akibat Kerusakan Hutan Perhutani

×

Bupati Garut: Banjir Cigedug Diduga Akibat Kerusakan Hutan Perhutani

Sebarkan artikel ini
Bupati Garut, Rudy Gunawan. (Foto: Istimewa)

GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut Rudy Gunawan menyatakan, bencana banjir bandang yang melanda pemukiman penduduk Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, diduga akibat adanya kerusakan hutan yang dikelola Perhutani.

“Ya disebabkan adanya hutan yang rusak,” kata Bupati Garut kepada wartawan, Rabu (16/1/2019).

Ia menuturkan, telah meninjau lokasi terdampak bencana banjir bandang di Desa Barusuda bersama jajaran Kepolisian Resor Garut, Sabtu (12/1/2019) sehari setelah bencana banjir, Jumat (11/1/2019).

Baca Juga:   Bupati Garut Soroti Kekurangan Inspektur, Dorong ASN Naikkan Kompetensi Lewat Ujikom

Hasil peninjauan, kata Rudy, banjir tersebut disebabkan luapan Sungai Cibeureum yang mengalir di sekitar pemukiman rumah penduduk yang terdampak banjir.

“Kami bersama Pak Kapolres sudah ke sana, kami akan lakukan program konstruksi,” kata Rudy.

Ia menyampaikan, pemerintah akan melakukan langkah memperbaiki saluran air, dan memperbaiki kondisi hutan di daerah tersebut. Ia berharap, adanya peran Perhutani yang berwenang dalam menangani kawasan hutan tersebut untuk bersama-sama mengatasi masalah banjir.

Baca Juga:   Bupati Garut Umumkan Nurdin Yana Sebagai Sekda Definitif, 1 Februari Dilantik

“Ya nanti ke Perhutani untuk masalah hutannya,” kata Rudy.

Sebelumnya, banjir bandang dan lumpur dari luapan Sungai Cibeureum melanda pemukiman penduduk di lima kampung, Desa Barusuda, Kecamatan Cigedug, Jumat (11/1).

Daerah yang terdampak banjir yakni Kampung Babakan Palah, Kampung Ciroyom, Kampung Barusuda, Kampung Pasir Tengah, dan Kampung Cikahuripan.

Dampak banjir tersebut sembilan rumah dan satu komplek yayasan terendam banjir, serta satu rumah di Kampung Babakan Palah bergeser sekitar lima meter. (Ant/Gun)

Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *