GOSIPGARUT.ID — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengiming-imingi apresiasi khusus bagi sekolah yang menorehkan prestasi dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SMP Tingkat Kabupaten Garut Tahun 2026. Langkah ini diambil untuk memacu semangat literasi dan iklim kompetisi yang sehat di kalangan pelajar menengah pertama se-Kabupaten Garut.
Abdusy Syakur Amin menyampaikan komitmen tersebut saat membuka ajang tahunan itu di Gedung Pendopo Kabupaten Garut, Kamis, 17 September 2026. Menurut dia, persaingan dalam ajang akademik bukan sekadar berburu gelar juara, melainkan investasi jangka panjang untuk membentuk ingatan kolektif siswa akan pentingnya belajar dan berprestasi.
”Yang pasti harus meriah, dan juga anak-anak akan berkesan di otak mereka kalau ikut kompetisi, apalagi kalau juara. Hadiah juga lumayan. Saya sampaikan ke kepala sekolah kalau sekolahnya berprestasi kita akan memberikan reward bagi sekolahnya,” kata Syakur usai membuka acara.
Selain menguji kecerdasan, Syakur menyoroti fungsi LCC sebagai medium perekat sosial antarwilayah di Garut. Kompetisi ini mempertemukan para pelajar dari berbagai pelosok geografis, mulai dari kawasan selatan hingga utara, untuk berinteraksi secara langsung.
”Saya ingin anak-anak kita meskipun asalnya dari Talegong, Malangbong, dan juga di Tarogong, itu mereka kenal sama-sama orang Garut sehingga ada kemauan untuk berkolaborasi silaturahmi untuk kemajuan Garut,” ujar Syakur.
Ajang LCC SMP 2026 mencatatkan partisipasi tinggi. Sebanyak 358 dari total 430 SMP di Kabupaten Garut terdaftar mengikuti gelaran ini. Rangkaian seleksi diawali dari tingkat subrayon pada 26 Agustus 2026, yang menyaring kontestan hingga menyisakan 16 regu terbaik. Mereka merupakan juara pertama dan kedua dari delapan wilayah yang berhak berlaga di babak final tingkat kabupaten.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut Asep Wawan Budiman menegaskan, babak final ini dirancang untuk mengukur kedalaman kemampuan analisis siswa, bukan sekadar hafalan materi pelajaran. Orientasi kegiatan berfokus pada pembentukan budaya literasi, nalar kritis, kerja sama tim, serta pemecahan masalah.
”Kami ingin anak-anak Garut tidak hanya pintar menjawab soal tetapi juga mampu memahami informasi, berpikir sebelum mengambil keputusan, percaya diri, dan tetap memiliki karakter serta sikap yang baik,” tutur Asep.
Pemerintah Daerah Kabupaten Garut menargetkan penyelenggaraan LCC pada tahun-tahun mendatang dapat menjangkau seluruh sekolah tanpa terkecuali, dengan skala acara yang lebih semarak dan dampak pembinaan yang lebih meluas. ***



.png)











