GOSIPGARUT.ID — Truk Mitsubishi Fuso bermuatan kayu triplek mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Bandung–Tasikmalaya, tepatnya di Kampung Sasakbeusi, Desa Sindangsuka, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Kamis pagi, 24 September 2026. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 06.30 WIB ini sempat memacetkan arus kendaraan akibat badan truk yang melintang dan menghalangi sebagian jalan.
Kendaraan bernomor polisi Z-9774-NZ tersebut dikemudikan oleh Kosim (66), warga Kampung Sindangamis, Desa Jatiwaras, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya. Truk yang bergerak dari arah Bandung menuju Tasikmalaya itu kehilangan kendali saat melintasi kontur jalan miring dan miring ke kiri. Beban muatan yang diduga melebihi kapasitas angkut membuat posisi truk menjadi tidak seimbang saat berbelok.
Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif mengonfirmasi bahwa ketidakseimbangan beban menjadi pemicu utama kegagalan teknis pada armada pengangkut tersebut. Faktor beban ekstra memperparah kondisi teknis komponen bawah kendaraan saat melintasi medan jalan yang menanjak dan berbelok.
“Selain itu, diduga terjadi kerusakan pada bagian as roda dan per kendaraan sehingga kendaraan mengalami gangguan dan menghalangi sebagian badan jalan,” ujar AKP Amirudin Latif.
Guna mengurai kemacetan yang mengekor di jalur lintas selatan Jawa Barat tersebut, Kepolisian Sektor Cibatu menerjunkan personel dan mendatangkan satu unit mobil derek ke lokasi kejadian. Proses evakuasi berlangsung ketat selama satu jam untuk memindahkan truk dari tengah jalan.
Petugas menarik truk yang mogok ke area parkir di pinggir jalan agar jalur utama dapat kembali dilintasi. Sekitar pukul 07.30 WIB, proses pemindahan selesai dan arus lalu lintas di kedua arah kembali mengalir normal.
Kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden tunggal ini. Pengemudi selamat tanpa cedera serius. Kendati demikian, kerugian materiil akibat kerusakan fisik truk dan komponen roda yang patah masih dalam proses pendataan oleh petugas.
Jalur Bandung–Tasikmalaya via Cibatu dikenal memiliki karakter jalan yang didominasi tanjakan, turunan, dan tikungan tajam. Kombinasi kontur jalan yang ekstrem dengan kendaraan berat bervolume tinggi kerap memicu insiden serupa jika aspek keselamatan diabaikan.
Atas kejadian ini, kepolisian menerbitkan peringatan keras kepada pemilik usaha angkutan barang dan para sopir armada logistik. Pemeriksaan kelaikan jalan serta kepatuhan terhadap batas muatan menjadi titik tekan utama guna menekan angka kecelakaan akibat kelelahan material kendaraan.
“Kami mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, agar memperhatikan kapasitas muatan serta memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebelum melakukan perjalanan demi mencegah terjadinya kecelakaan,” kata Amirudin. ***



.png)











