Berita

Kuota Sekolah Rakyat untuk Garut Hanya 30 Siswa, Dinsos Mulai Seleksi di Tengah Tingginya Antusiasme Warga

×

Kuota Sekolah Rakyat untuk Garut Hanya 30 Siswa, Dinsos Mulai Seleksi di Tengah Tingginya Antusiasme Warga

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Garut, dr. Marlinda Siti Hana.

GOSIPGARUT.ID — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut mulai melakukan seleksi calon peserta didik Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026. Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap program pendidikan gratis tersebut, Garut tahun ini hanya memperoleh kuota sebanyak 30 siswa untuk jenjang SMP.

Kepala Dinsos Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, mengatakan proses seleksi saat ini masih berlangsung dan hasilnya diperkirakan akan diumumkan dalam beberapa pekan mendatang.

“Masih proses, mungkin minggu-minggu depan hasilnya sudah ada,” kata Marlinda kepada wartawan, Selasa (16/6/2026).

Menurut Marlinda, kuota tersebut merupakan alokasi yang diberikan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk Kabupaten Garut pada penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun 2026. Jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan minat masyarakat yang terus meningkat sejak program itu diperkenalkan.

Baca Juga:   Warga Tolak Rencana Pembongkaran Jalan di Cisewu Garut, Minta Pemkab Segera Mediasi

Karena keterbatasan daya tampung, Dinsos harus melakukan proses seleksi untuk menentukan calon siswa yang memenuhi kriteria penerima manfaat program.

“Yang diterima siswa baru 30 orang untuk tingkat SMP,” ujarnya.

Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan berasrama yang digagas pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Program ini menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terintegrasi.

Tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut, kata Marlinda, menunjukkan bahwa kebutuhan akses pendidikan berkualitas bagi kelompok rentan masih sangat besar.

Sebelumnya, Kabupaten Garut telah menjalankan Sekolah Rakyat rintisan yang berlokasi di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Garut. Pada tahap awal, sekolah tersebut menampung 75 peserta didik yang terdiri dari jenjang SD, SMP, dan SMA.

Baca Juga:   Dinas Pendidikan Jawa Barat Larang Siswa di Garut Ikut Demonstrasi

Namun, untuk tahun ajaran 2026, seluruh peserta didik baru asal Garut yang lolos seleksi akan mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Kabupaten Sumedang. Kebijakan itu diambil karena fasilitas yang tersedia di Garut belum mampu menampung tambahan siswa.

“Tahun ini kami hanya mendapat jatah 30 orang dari Sumedang. Karena banyak daerah yang ingin menambah peserta, sementara belum memiliki fasilitas sendiri, termasuk Garut, sehingga sementara digabung,” ujar Marlinda.

Ia menjelaskan, keterbatasan sarana menjadi alasan utama belum dibukanya penerimaan peserta didik baru dalam jumlah lebih besar di Garut. Oleh karena itu, pemerintah menerapkan sistem penggabungan dengan daerah yang telah memiliki fasilitas lebih memadai.

Baca Juga:   Palak Pengunjung di Pantai Santolo, Tiga Warga Cisompet Garut Diamankan Polisi

Meski demikian, Marlinda memastikan Pemerintah Kabupaten Garut tetap menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat permanen agar ke depan mampu menampung lebih banyak peserta didik dari daerah sendiri.

Sambil menunggu pembangunan tersebut rampung, seluruh siswa asal Garut yang lolos seleksi akan menjalani pendidikan di Sumedang dengan fasilitas yang telah disediakan pemerintah.

“Kami berharap ke depan ketika sekolah permanennya sudah selesai dibangun, daya tampung siswa asal Garut bisa lebih besar sehingga manfaat program ini dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya. ***

Simak update artikel pilihan lainnya dari kami di Google News, WhatsApp Channel dan Telegram Channel
Konten berbayar berikut adalah iklan platform Recreativ dan MGID. Gosipgarut.id tidak terkait dengan materi konten ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *