GOSIPGARUT.ID — Perempuan Bangsa Kabupaten Garut memulai gerakan berbagi makanan melalui program “Berkah Bersama”. Sebanyak 500 porsi makanan disiapkan untuk masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perempuan Bangsa Jawa Barat.
Program tersebut tak hanya menyasar aksi sosial sesaat. Perempuan Bangsa Garut menargetkan kegiatan berbagi makanan dapat digelar secara rutin setiap bulan. Alun-alun Garut bahkan dipertimbangkan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan berikutnya.
Anggota DPR RI sekaligus Pengurus Pusat Perempuan Bangsa, Imas Aan Ubudiyah, mengatakan program itu diharapkan menjadi kegiatan berkelanjutan. Menurut dia, berbagi makanan dapat dilakukan secara sederhana tetapi tetap memberi manfaat langsung.
“Alhamdulillah, mudah-mudahan kita bisa melakukan setiap bulan berbagi bersama orang-orang yang membutuhkan. Semoga bermanfaat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Imas.
Pada pelaksanaan awal, Perempuan Bangsa menyiapkan sekitar 500 porsi. Jumlah ini terbuka untuk bertambah jika kegiatan mendapat respons positif dan dukungan dari masyarakat.
Imas mengatakan rencana menjadikan Alun-alun Garut sebagai lokasi kegiatan rutin masih melihat perkembangan program. Kawasan tersebut dipertimbangkan sebagai salah satu titik pembagian makanan kepada masyarakat.
Ia menilai besarnya manfaat sebuah bantuan tidak selalu ditentukan oleh jumlahnya. Satu porsi makanan, kata Imas, tetap berarti bagi orang yang sedang membutuhkan.
“Walaupun cuma satu piring, tetapi ini akan sangat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan,” katanya.
Imas juga mengajak masyarakat menjadikan berbagi sebagai kebiasaan. Menurut dia, kepedulian tidak harus diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar. Memberikan makanan kepada orang yang membutuhkan pun merupakan bentuk kepedulian yang nyata.
“Berilah makanan kepada mereka yang membutuhkan, insyaallah Allah akan memberi kita makan,” ujar dia.
Program “Berkah Bersama” menjadi bagian dari upaya Perempuan Bangsa memperkuat kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mereka berharap kegiatan tersebut tidak berhenti setelah pembagian 500 porsi makanan perdana.
Keberlanjutan program akan menjadi tantangan berikutnya. Jika berjalan rutin, jumlah makanan yang dibagikan berpotensi meningkat dan lokasi kegiatan dapat diperluas.
Perempuan Bangsa Garut berharap program tersebut ikut mendorong tumbuhnya budaya saling membantu. Bagi mereka, satu porsi makanan mungkin sederhana. Namun bagi warga yang membutuhkan, bantuan itu dapat menjadi berarti.
Program “Berkah Bersama” kini diarahkan bukan sekadar menjadi agenda berbagi, melainkan kegiatan rutin yang menghubungkan kepedulian organisasi dengan kebutuhan masyarakat secara langsung. (Yuyus)



.png)



























