GOSIPGARUT.ID — Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut bersiap meninggalkan kantor sewaan di Jalan Raya Samarang, Ruko Permata Hijau Land A.9, Tarogong Kidul. Pemerintah menyiapkan gedung permanen untuk lembaga yang kini berdiri terpisah dari Kementerian Agama itu. Pembangunan ditargetkan dimulai Agustus dan rampung pada Desember 2026.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, Indra Azwar Mawardi, mengatakan pembangunan kantor baru menjadi kebutuhan setelah layanan haji dan umrah dipisahkan secara kelembagaan dari Kementerian Agama. Kantor yang ditempati saat ini baru digunakan sejak awal Agustus 2026.
“Harapannya secepatnya. Mudah-mudahan akhir tahun kita sudah memiliki kantor baru,” ujar Indra.
Sebelum pindah ke Ruko Permata Hijau Land, layanan haji dan umrah masih bergabung dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut di Jalan Terusan Pahlawan. Pemisahan kelembagaan membuat Kementerian Haji dan Umrah membutuhkan fasilitas sendiri untuk menjalankan pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah telah menyiapkan lahan di samping Kantor Kelurahan Sukagalih, Jalan Terusan Pahlawan Nomor 121, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul. Lahan tersebut sebelumnya digunakan sebagai lapangan voli.
Di lokasi itu akan berdiri gedung kantor permanen Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut. Indra mengatakan anggaran pembangunan telah tersedia melalui skema Surat Berharga Syariah Negara atau SBSN.
Namun, pemerintah kabupaten tidak menangani langsung proses pengadaan proyek tersebut. Pengelolaan anggaran hingga proses lelang berada di tingkat Kantor Wilayah.
“Anggarannya sudah ditentukan melalui SBSN. Kita di kabupaten hanya menerima kunci atau sebagai penerima manfaat,” kata Indra.
Pembangunan ditargetkan mulai berjalan pada Agustus 2026. Pemerintah berharap gedung tersebut dapat diselesaikan sekitar Desember. Jika tidak ada hambatan dalam proses pembangunan dan pengadaan, pelayanan Kementerian Haji dan Umrah Garut bisa dipindahkan sebelum pergantian tahun.
Indra mengatakan keberadaan kantor permanen bukan sekadar soal perpindahan tempat kerja. Gedung baru diharapkan memberikan fasilitas yang lebih layak untuk pelayanan masyarakat, terutama calon jemaah yang membutuhkan layanan administrasi dan informasi haji serta umrah.
“Insyaallah mudah-mudahan Desember sudah bisa menempati tempat yang baru. Doakan saja mudah-mudahan lancar,” ujarnya.
Garut termasuk daerah di Jawa Barat yang memperoleh pembangunan gedung kantor Kementerian Haji dan Umrah. Sebelumnya, Garut bersama enam kabupaten lain di provinsi tersebut belum memiliki gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT).
Gedung baru itu diharapkan menjadi bagian dari penguatan layanan haji dan umrah di daerah. Dengan fasilitas yang lebih representatif dan kelembagaan yang terpisah, pelayanan kepada masyarakat ditargetkan dapat berlangsung lebih terintegrasi.
Bagi Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Garut, tenggat Desember menjadi target penting. Setelah berpindah dari kantor sewaan, lembaga tersebut diharapkan memiliki rumah sendiri untuk menjalankan pelayanan haji dan umrah secara penuh. (Yuyus)



.png)



























