GOSIPGARUT.ID — Sebanyak 1,8 juta warga Kabupaten Garut telah menerima manfaat dari berbagai program bantuan sosial pemerintah. Capaian tersebut menjadi salah satu upaya untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus menekan angka kemiskinan ekstrem di daerah dengan jumlah penduduk sekitar 2,8 juta jiwa itu.
Data tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut, Marlinda Siti Hana, dalam Rapat Koordinasi Sinergitas Pilar-Pilar Sosial terhadap Pengentasan Kemiskinan Ekstrem yang dipimpin Bupati Garut Abdusy Syakur Amin di Aula Dinsos Kabupaten Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (20/7/2026).
Marlinda menjelaskan, penerima bantuan sosial berasal dari kelompok masyarakat yang masuk dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) Desil 1 hingga Desil 5. Berdasarkan data tersebut, jumlah penduduk pada Desil 1 mencapai 363.422 jiwa, Desil 2 sebanyak 377.013 jiwa, Desil 3 sebanyak 423.760 jiwa, Desil 4 sebanyak 403.430 jiwa, dan Desil 5 sebanyak 310.128 jiwa.
Menurut Marlinda, berbagai program bantuan sosial yang telah disalurkan mencakup Program Keluarga Harapan (PKH) kepada sekitar 100.000 kepala keluarga, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) bagi 211.684 kepala keluarga, Bantuan Pangan Nasional (Bapanas) kepada 227.999 kepala keluarga, serta kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 1.010.188 jiwa.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Garut juga menyalurkan Bantuan Tunai APBD bagi masyarakat Desil 1 hingga Desil 5 yang menjangkau 492.750 jiwa, Program Keluarga Berkelanjutan untuk 1.000 kepala keluarga, serta Jaring Pengaman Daerah Berkelanjutan (JPDB) kepada 7.998 keluarga penerima manfaat.
“Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas sektoral antara pemerintah pusat, daerah, serta seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan penyelenggaraan bantuan sosial yang efektif dan tepat sasaran,” kata Marlinda.
Ia menuturkan, rapat koordinasi tersebut menjadi momentum untuk menyamakan persepsi sekaligus mengevaluasi efektivitas berbagai program bantuan sosial yang telah berjalan agar semakin tepat sasaran.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menegaskan bahwa percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Dengan jumlah penduduk mencapai 2,8 juta jiwa dan luas wilayah yang besar, Garut menghadapi tantangan tersendiri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Saat ini, sebanyak 252.520 jiwa atau sekitar 9,39 persen penduduk Kabupaten Garut masih berada dalam kategori miskin. Karena itu, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai intervensi agar angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem, dapat terus ditekan.
“Ini adalah solusi yang khusus, yang dibuatkan teruntuk orang-orang yang khusus,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus mengoptimalkan berbagai program pengentasan kemiskinan agar mampu menciptakan masyarakat yang lebih adil, makmur, dan sejahtera.
“Oleh sebab itu, kami akan terus melakukan intervensi dan upaya pengentasan angka kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut guna menciptakan keluarga yang adil, makmur, dan sejahtera,” tuturnya. ***



.png)











